Catatan tersebut semakin menguatkan peran sentral Bethania de la Cruz di Proliga 2026 bersama Jakarta Popsivo Polwan.
Meski tampil dominan di fase awal, langkah Jakarta Popsivo Polwan harus terhenti di partai final setelah kalah dari Jakarta Pertamina Enduro.
Saat itu, Popsivo diperkuat dua pemain asal Amerika Serikat, sementara lawan tampil solid dengan komposisi pemain bintang.
Atmosfer Proliga 2026 juga bukan hal baru bagi Bethania de la Cruz. Ia pernah merasakan ketatnya persaingan liga voli Indonesia saat membela Jakarta Pertamina Energi pada musim 2018 hingga 2019.
Pengalaman tersebut menjadi modal penting bagi Bethania de la Cruz dalam membawa Jakarta Popsivo Polwan bersaing di papan atas. Pada Proliga 2026, Jakarta Popsivo Polwan tidak hanya mengandalkan Bethania de la Cruz dan Yonkaira Pena.***