MALANG, Mediapriangan.com - Di tengah tekanan klasemen yang semakin rapat, Bandung BJB Tandamata harus menghadapi kenyataan bahwa rekrutan anyar mereka, Giulia Angelina, belum dapat dimainkan dalam laga krusial Proliga 2026 hari ini, Sabtu, 7 Februari 2026.
Langkah mendatangkan Giulia Angelina sejatinya menjadi sinyal kuat ambisi Bandung BJB Tandamata untuk tetap bertahan di jalur perebutan final four Proliga 2026. Namun kendala administratif membuat pemain asal Italia itu belum bisa turun membela tim.
Situasi ini membuat Bandung BJB Tandamata berada dalam posisi rawan. Saat ini, mereka mengoleksi sembilan poin dan masih terjebak di papan tengah klasemen Proliga 2026, dengan selisih poin yang sangat tipis dari para pesaing langsung.
Masuknya Giulia Angelina dipandang sebagai respons strategis terhadap ketatnya kompetisi musim ini. Sang outside hitter berstatus bebas transfer setelah resmi mengakhiri kerja sama dengan SMI Roma Volley, klub kasta kedua Liga Voli Putri Italia.
"SMI Roma Volley mengumumkan bahwa mereka telah mencapai kesepakatan untuk mengakhiri kontrak pemainnya, Giulia Angelina,", demikian kepastian tersebut diumumkan langsung oleh pihak klub.
Peluang sang pemain merapat ke Indonesia semakin menguat setelah sejumlah media Eropa mengabarkan kepindahannya. Media Volley Italia bahkan menyebut proses tersebut tinggal menunggu waktu.
"Angelina akan melanjutkan musim 2025/2026 di Indonesia di mana dia akan bermain untuk Bandung BJB Tandamata,"
Kehadiran Giulia Angelina diharapkan mampu meningkatkan stabilitas permainan Bandung BJB Tandamata, terutama dalam laga-laga penentuan menuju final four Proliga 2026.
Pemain kelahiran Novara, Italia, 26 Februari 1997 itu dikenal memiliki postur ideal serta pengalaman panjang di kompetisi elite Eropa.
Secara regulasi, setiap tim Proliga 2026 masih diperbolehkan melakukan pergantian maksimal dua pemain asing sebelum babak final four dimulai.
Ketentuan ini membuka peluang bagi Bandung BJB Tandamata untuk melakukan penyesuaian komposisi pemain demi menjaga peluang bersaing.