BOJONEGORO, Mediapriangan.com - Juara bertahan Jakarta Bhayangkara Presisi kembali menunjukkan kelasnya pada lanjutan Proliga 2026.
Menghadapi Jakarta Garuda Jaya di GOR Utama Bojonegoro, Sabtu malam, tim asuhan Reidel Toiran menang meyakinkan tiga set langsung 25-17, 25-19, 25-16.
Hasil ini mengukuhkan posisi Jakarta Bhayangkara Presisi sebagai salah satu kandidat terkuat di putaran kedua Proliga 2026. Meski melakukan rotasi besar dan menurunkan sejumlah pemain pelapis, performa mereka tetap stabil dan sulit ditembus.
Sebaliknya, Jakarta Garuda Jaya yang tampil dengan komposisi terbaik justru kesulitan mengembangkan permainan.
Tekanan sejak awal laga membuat tim muda tersebut tidak mampu menjaga konsistensi, terutama saat memasuki fase-fase krusial di setiap set.
Pada set pertama Proliga 2026 kali ini, Jakarta Bhayangkara Presisi langsung mengambil kendali. Serangan terorganisir dan pertahanan rapat membuat Jakarta Garuda Jaya tertinggal dalam pengumpulan angka. Keunggulan terus dijaga hingga set pembuka ditutup 25-17.
Memasuki set kedua, Jakarta Garuda Jaya sempat memberi perlawanan dan memimpin tipis di awal permainan. Namun ritme itu tidak bertahan lama.
Jakarta Bhayangkara Presisi kembali menemukan pola serangan efektif dan membalikkan keadaan sebelum mengamankan set kedua 25-19.
Set ketiga menjadi penegas dominasi Jakarta Bhayangkara Presisi di Proliga 2026. Duel sempat berjalan imbang, tetapi pengalaman dan ketenangan tim juara bertahan membuat mereka menjauh pada pertengahan set. Skor 25-16 memastikan kemenangan mutlak atas Jakarta Garuda Jaya.
Baca Juga: Proliga 2026 Putri, Bandung BJB Tandamata Jaga Asa Final Four Usai Debut Giulia Angelina
Pelatih Jakarta Garuda Jaya, Nur Widayanto, mengakui timnya belum stabil. “Pemain kami terdiri dari pemain-pemain muda, dan selalu tidak stabil,” ucapnya.
Hal senada disampaikan Fauzan Nibras dari kubu Jakarta Garuda Jaya. “Ya itulah kami, semua pemain muda yang kadang bermain tidak stabil,” kata Nibras.