Banyak pengamat menilai sentuhan Alessandro Lodi kembali menjadi pembeda di Proliga 2026. Ia dikenal aktif memberi instruksi, menjaga fokus pemain, dan tampil ekspresif saat tim mencetak poin maupun melakukan blok krusial.
Tidak sedikit yang menyebut performa Gresik Phonska Plus menurun ketika Alessandro Lodi tidak mendampingi langsung dari tepi lapangan.
Tambahan tiga poin dari hasil ini memastikan Gresik Phonska Plus keluar sebagai juara babak reguler Proliga 2026. Meski demikian, persaingan di putaran kedua masih terbuka.
Gresik Phonska Plus saat ini mengoleksi empat kemenangan, jumlah yang sama dengan Jakarta Pertamina Enduro serta dua tim pesaing lainnya.
Dengan situasi tersebut, peluang mengamankan status terbaik putaran kedua Proliga 2026 masih bergantung pada hasil pertandingan tim rival yang belum menyelesaikan laga mereka.
Namun satu hal yang pasti, selama Alessandro Lodi terus memimpin dari sisi lapangan, Gresik Phonska Plus menunjukkan mentalitas dan konsistensi yang sulit ditandingi di kompetisi musim ini.***