Di sisi lain, Gresik Phonska Plus tampak kesulitan mengimbangi tempo permainan akibat buruknya aspek receive.
Kesalahan penerimaan bola pertama membuat skema serangan yang dirancang Alessandro Lodi sering kali patah di tengah jalan.
Meski sempat memberikan perlawanan hingga kedudukan 21-19, satu spike tajam dari Wilma Salas akhirnya mengunci kemenangan JPE dengan skor 25-21 di set penutup.
Menuju Penentuan Juara Proliga 2026
Hasil ini membuat Jakarta Pertamina Enduro memimpin 1-0 dalam format best of three di babak Grand Final ini.
Jika besok mereka mampu mengulang performa serupa, gelar juara Proliga 2026 dipastikan akan jatuh ke pelukan tim milik BUMN tersebut.
Namun, asa bagi Medio Yoku dkk belum sepenuhnya tertutup. Skuad Gresik masih memiliki kesempatan untuk memaksakan laga hingga leg ketiga jika mampu melakukan evaluasi total dan mematikan pergerakan Voronkova pada pertandingan Sabtu (25/4) besok.
Fokus utama mereka adalah memperbaiki lini belakang dan transisi bertahan ke menyerang guna memutus tren negatif sebagai spesialis runner-up.***