YOGYAKARTA, Mediapriangan.com - Ambisi Gresik Phonska Plus untuk memutus kutukan spesialis juara kedua harus tertahan di GOR Amongrogo, Yogyakarta, pada Jumat (24/4/2026).
Pada bentrokan Leg pertama yang berlangsung sengit, sang juara bertahan Jakarta Pertamina Enduro justru tampil dominan dan sukses mengamankan kemenangan dengan skor 3-1 (19-25, 25-19, 25-19, 25-21).
Hasil ini menempatkan Jakarta Pertamina Enduro pada posisi yang sangat menguntungkan untuk meraih gelar keempat mereka secara keseluruhan. Sementara bagi Gresik Phonska Plus, kekalahan ini memperpanjang catatan evaluasi mereka dalam menjaga konsistensi di partai puncak.
Statistik dan Peran Megawati Hangestri
Meski sorotan utama tertuju pada mesin poin asal Rusia, Irina Voronkova yang meledak dengan 36 poin, sosok Megawati Hangestri Pertiwi tetap menjadi kunci stabilitas tim.
Menghadapi gempuran blok lawan, Megawati Hangestri berhasil menyumbangkan 11 poin krusial, menjadikannya pemain lokal dengan torehan skor tertinggi dalam laga tersebut.
Ketajaman Megawati Hangestri di lapangan seolah membuktikan mengapa dirinya tetap menjadi komoditas panas di bursa transfer internasional.
Baca Juga: Megawati Hangestri Pastikan Kembali ke Liga Voli Korea Musim Depan Usai Atasi Kendala Cedera Lutut
Di sisi lain, Gresik Phonska Plus sebenarnya sempat mencuri panggung di set pertama melalui aksi Oleksandra Bytsenko yang mengemas 19 poin. Namun, keunggulan awal tersebut sirna setelah koordinasi lini belakang mereka goyah di set-set berikutnya.
Dominasi Serangan vs Pertahanan Blok
Pertandingan yang berdurasi 137 menit ini menyajikan kontras strategi yang menarik. Berdasarkan data statistik, Jakarta Pertamina Enduro unggul jauh dalam produktivitas serangan dengan 68 poin berbanding 51.
Sebaliknya, Gresik Phonska Plus justru lebih perkasa di depan net dengan mencatatkan 11 blok poin, namun sering kali gagal melakukan transisi serangan yang bersih akibat buruknya penerimaan bola (receive).