"Kami akan mengutamakan perlindungan para pemain dan semakin memperkuat sistem pendidikan pencegahan serta manajemen."
Red Sparks juga menyatakan komitmennya untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara adil. Klub mengakui pentingnya memperkuat sistem perlindungan pemain dan membangun lingkungan yang lebih aman bagi seluruh anggota tim.
"Sekali lagi, kami menyampaikan permintaan maaf yang tulus. Kami akan menjalankan tanggung jawab kami sepenuhnya agar klub ini semakin dipercaya." tutup pernyataan Red Sparks.
Situasi tersebut membuat perjalanan Megawati Hangestri dan Red Sparks kini berada di jalur yang berbeda.
Megawati telah meninggalkan klub dan memulai persiapan bersama Hyundai Hillstate, sedangkan Red Sparks harus berusaha memulihkan kepercayaan publik di tengah persoalan yang sedang bergulir.
Bagi Megawati Hangestri, Hyundai Hillstate menjadi tantangan baru dalam kariernya di Liga Voli Korea.
Setelah dua musim menjadi bagian penting dari Red Sparks, ia kini dituntut kembali beradaptasi dengan lingkungan, sistem permainan, dan rekan setim yang berbeda.
Sementara itu, Red Sparks memiliki pekerjaan besar untuk memastikan persoalan tersebut dapat ditangani secara bertanggung jawab.
Komitmen terhadap perlindungan pemain dan perbaikan sistem menjadi perhatian penting bagi klub yang sebelumnya menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan Megawati di Korea Selatan.
Perbedaan situasi yang dialami Megawati Hangestri dan Red Sparks membuat musim baru Liga Voli Korea semakin menarik untuk dinantikan.
Megawati akan berusaha membangun cerita baru bersama Hyundai Hillstate, sedangkan Red Sparks menghadapi tantangan untuk bangkit dan mengembalikan kepercayaan di tengah sorotan.***