olahraga

Kwon Soon Chan Hadapi Tantangan Besar di Red Sparks, Hanya Punya Waktu Singkat Jelang Liga Voli Korea 2026-2027

Kamis, 8 Oktober 2026 | 18:54 WIB
Kwon Soon Chan tampil dalam Media Day Red Sparks di Seoul, menatap tantangan baru sebelum Liga Voli Korea 2026-2027 bergulir. (Dok. Naver)

 

KOREA, Mediapriangan.com - Kwon Soon Chan langsung mendapat tantangan besar setelah dipercaya menangani Red Sparks menjelang bergulirnya Liga Voli Korea 2026-2027.

Waktu yang dimiliki pelatih baru yang menggantikan Ko Hee-jin tersebut sangat terbatas karena tim akan segera tampil pada turnamen Piala Kovo Cup yang dimulai 11 Oktober 2026.

Kondisi itu membuat Media Day menjadi momen penting bagi Kwon Soon Chan untuk menyampaikan gambaran awal mengenai tim yang kini berada di bawah arahannya.

Dalam Media Day yang berlangsung di Hotel Rivera, Gangnam-gu, Seoul, 7 Oktober 2026, ia mengaku justru merasakan energi baru setelah menerima kesempatan tersebut.

Baca Juga: Megawati Hangestri Siap dengan Pola Serangan Baru Hyundai Hillstate di Media Day Liga Voli Korea 2026-2027

Bagi Kwon Soon Chan, pekerjaan di Red Sparks bukan sekadar kembali ke lapangan. Ia juga harus membangun kembali suasana tim setelah klub sebelumnya menghadapi persoalan internal yang berujung pada pergantian pelatih.

Red Sparks sebelumnya berada dalam situasi sulit setelah mantan pelatih A terlibat dalam kontroversi terkait perilaku tidak pantas dalam acara makan malam tim. Persoalan tersebut kemudian dilaporkan kepada Federasi Bola Voli Korea atau KOVO serta Pusat Etika Olahraga.

Situasi itu turut berujung pada pengunduran diri Ko Hee-jin sebagai pelatih kepala pada akhir Agustus. Setelah melalui proses pencarian pelatih baru, klub kemudian menunjuk Kwon Soon Chan pada 6 Oktober, hanya beberapa hari sebelum pertandingan Kovo Cup 2026 dimulai.

Baca Juga: Megawati Hangestri Jadi Wakil Hyundai Hillstate di Media Day, Tanda Peran Penting Jelang Liga Voli Korea 2026-2027

Dalam Media Day, Kwon Soon Chan memilih tidak memperpanjang pembahasan mengenai persoalan yang telah terjadi. Ia lebih menekankan proses membangun kembali tim dan menjaga suasana positif di ruang ganti.

“Alih-alih merasa bingung, saya merasakan semangat baru," ujarnya, dikutip mediapriangan.com dari Naver.

Saya bersemangat dan bahagia.” Ia menekankan, “Saya mengadakan pertemuan perkenalan dengan tim, dan meskipun saya khawatir, suasananya lebih cerah dan harmonis daripada yang saya antisipasi. Tidak pantas membahas [insiden kontroversial] di sini.

Saya pikir yang terpenting adalah bagaimana kita bekerja sama untuk maju. Melihat latihan, saya dapat melihat bahwa para pemain dan staf pelatih telah bekerja keras.

Halaman:

Tags

Terkini