Penantang GS Caltex adalah Korea Expressway Corporation Hii Pass, yang menjadi runner-up setelah kalah dari GS Caltex pada final kejuaraan meskipun finis di posisi pertama musim reguler.
Tim tersebut kembali mempercayakan kepemimpinan kepada Kim Young-rae yang sebelumnya bertugas sebagai pelatih sementara.
Kim menekankan pentingnya kesatuan antara pemain, staf, dan pendukung. Ia juga ingin timnya memperkuat dasar permainan sebelum menampilkan variasi strategi di lapangan.
Sementara itu, persaingan musim ini juga menarik perhatian karena tiga klub mengalami pergantian pelatih kepala.
Perubahan tersebut membuat adaptasi strategi dan pembentukan kekompakan menjadi bagian penting dalam persiapan masing-masing tim.
IBK Industrial Bank kini ditangani pelatih Jepang Masayoshi Manabe. Ia menyebut timnya mengusung tema "Menuju Tantangan Baru" untuk menghadapi musim pertamanya melatih di Korea Selatan.
Manabe menyatakan ingin bergerak maju bersama para pemain, termasuk dalam membangun pendekatan taktik tim. Kehadirannya juga menambah perhatian terhadap kiprah pelatih asal Jepang di kompetisi voli putri Korea musim ini.
Pelatih Jepang lainnya, Tomoko Yoshihara, memimpin Heungkuk Life. Ia memilih motto yang bermakna bergerak maju tanpa rasa takut demi mencapai tujuan.
Dengan dua pelatih asal Jepang berada di bangku kepelatihan klub berbeda, perkembangan strategi mereka menjadi salah satu hal yang dinantikan pada musim baru.
Di Hyundai Hillstate, Kang Sung-hyung menekankan perlunya kesatuan di tengah perubahan komposisi tim. Ia ingin pemain lama dan pemain baru bergerak ke arah yang sama sepanjang kompetisi.
Sementara itu, Red Sparks secara resmi menunjuk Kwon Soon-chan sebagai pelatih kepala sehari sebelum Media Day.
Ia mengusung target membawa tim menuju babak playoff dan berharap para pemain dapat membangun permainan dengan lebih terkoordinasi.