Kini, Megawati kembali berkompetisi di Korea Selatan dengan seragam Hyundai Hillstate. Kehadirannya bersama Jordan Wilson memberi Kim Da In lebih banyak pilihan dalam menyusun serangan.
Bagi seorang setter, variasi penyerang menjadi faktor penting untuk mengatur arah permainan. Distribusi bola yang tidak mudah ditebak dapat membantu tim membuka ruang dan menyulitkan lawan membaca pola serangan.
Pelatih Hyundai Hillstate, Kang Sung-hyung, turut menekankan pentingnya kekompakan di tengah perubahan yang dialami tim selama masa persiapan.
“Kami memilih kata kunci ‘satu hati dan satu pikiran’, di tengah berbagai perubahan yang dialami tim selama masa offseason,” tukas Kang Sung-hyung.
Dengan pendekatan tersebut, Hyundai Hillstate berusaha menyatukan pemain yang memiliki karakter berbeda ke dalam sistem permainan yang disiapkan untuk musim 2026-2027.
Selain strategi baru Hyundai Hillstate, kembalinya Megawati juga menghadirkan cerita tersendiri bagi penggemar Liga Voli Korea. Pemain yang dikenal dengan julukan Megatron itu berpeluang menghadapi mantan rekan setimnya di Red Sparks, termasuk opposite asal Serbia, Vanja Bukilic.
Dalam Media Day, Bukilic menyatakan akan berusaha membendung smash keras Megawati ketika kedua tim bertemu.
Megawati menanggapi kemungkinan duel tersebut dengan menyebut Jordan Wilson akan menghadapi Bukilic dalam situasi permainan tertentu.
Namun, ia juga akan berusaha melakukan blok jika berada dalam posisi berhadapan langsung dengan pemain Serbia tersebut.
Pertemuan itu menjadi salah satu hal yang dinantikan dalam persaingan Liga Voli Korea musim ini.
Megawati yang kini membela Hyundai Hillstate akan menghadapi pemain-pemain yang sebelumnya menjadi bagian dari perjalanan kariernya bersama Red Sparks.