Situasi serupa berlanjut pada set kedua. Setelah skor imbang 14-14, Hi Pass menjauh menjadi 17-14 melalui kombinasi serangan dari barisan belakang, servis ace Kim Da-eun, serta blok Moma yang menghentikan serangan Tanacha.
GS Caltex berusaha mengejar melalui Silva, tetapi Hi Pass tetap mampu menjaga keunggulan dan kembali merebut set dengan skor 25-18.
Tertinggal dua set, GS Caltex meningkatkan tekanan pada set ketiga. Silva dan Kim Mi-yeon membantu menambah poin, sementara Tanacha mulai menunjukkan kontribusi yang lebih besar.
Hi Pass berusaha mempertahankan keunggulan melalui Kang So Hwi dan Mami. Masuknya Park Jung-ah sebagai pemain pengganti juga memberikan dorongan setelah ia mencetak poin melalui serangan terbuka dan blok.
Namun, GS Caltex mampu mengamankan set ketiga dengan skor 25-20. Servis Tanacha ikut membantu timnya mengumpulkan poin pada penghujung set sehingga pertandingan berlanjut ke set keempat.
GS Caltex kembali mengawali set keempat dengan baik dan sempat unggul 10-6. Mereka kemudian mempertahankan jarak hingga memimpin 17-14.
Saat kemenangan set kelima mulai terlihat sebagai kemungkinan, Hi Pass justru memperlihatkan ketahanan permainan. Servis Mami menghasilkan rangkaian poin yang membantu timnya membalikkan keadaan.
Dari posisi tertinggal 14-17, Hi Pass mencetak enam poin berturut-turut untuk unggul 20-17. Perubahan momentum tersebut membuat GS Caltex kesulitan mengejar kembali.
Hi Pass akhirnya menutup set keempat dengan kemenangan 25-19 sekaligus memastikan hasil akhir 3-1.***