Google menjelaskan dalam laman resmi doodle kapal Pinisi, "Doodle merayakan Pinisi, sebuah kapal layar yang berasal dari Sulawesi Selatan. Kata Pinisi secara tradisional mengacu pada jenis tali-temali gaff-ketch di perahu layar Indonesia. Saat ini, kata tersebut biasanya digunakan untuk menggambarkan sebagian besar kapal kayu Sulawesi."
Proses pembuatan kapal ini terdiri dari tiga tahap, dimulai dengan penentuan hari baik untuk mencari kayu, melambangkan rezeki dan keberuntungan.
Tahap kedua melibatkan menebang, mengeringkan, dan memotong kayu, memakan waktu berbulan-bulan.
Tahap ketiga adalah peluncuran, yang sebelumnya diawali dengan upacara maccera lopi, menyucikan kapal dengan menyembelih sapi atau kambing.
Pinisi bukan hanya sekadar kapal, melainkan juga mencerminkan semangat petualang masyarakat Indonesia yang berani menjelajahi dunia.
Sebagai daya tarik wisata, Pinisi juga berperan sebagai sarana edukasi bagi wisatawan yang ingin memahami lebih dekat budaya dan tradisi Indonesia.
Melalui Google Doodle hari ini, kita diajak untuk mengenal dan menghargai Pinisi sebagai warisan budaya Indonesia yang telah mendunia.
Kapal ini tidak hanya sebuah objek, melainkan cerminan dari identitas dan karakter bangsa Indonesia.
Mari kita bersama-sama melestarikan dan membanggakannya sebagai bagian tak ternilai dari kekayaan budaya Indonesia.***