wisata

Kampung Naga 2026, Benteng Budaya Sunda yang Tetap Bertahan di Tengah Arus Modernisasi

Sabtu, 6 Juni 2026 | 22:32 WIB
Kampung Naga bukan sekadar wisata, tetapi laboratorium budaya hidup yang menarik wisatawan, akademisi, peneliti, dan turis mancanegara. (Instagram/kampungnaga_tasikmalaya)

TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Ketika banyak daerah berlomba menghadirkan wisata modern berbasis teknologi dan hiburan kekinian, sebuah kampung adat di Kabupaten Tasikmalaya justru menawarkan pengalaman berbeda. Bukan wahana permainan atau pusat belanja, melainkan perjalanan menyusuri jejak peradaban Sunda yang masih hidup dan terjaga hingga saat ini.

Kampung Naga, yang berada di Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, menjadi salah satu destinasi wisata budaya paling ikonik di Jawa Barat. Di tengah derasnya arus modernisasi, masyarakat kampung adat ini tetap mempertahankan tradisi leluhur yang diwariskan turun-temurun selama ratusan tahun.

Keunikan tersebut menjadikan Kampung Naga bukan sekadar objek wisata, melainkan laboratorium budaya hidup yang terus menarik perhatian wisatawan domestik, mancanegara, akademisi, hingga peneliti kebudayaan.

Baca Juga: Embun Sangga Langit, Destinasi Wisata di Kuningan dengan Glamping Mewah dan Panorama Gunung Ciremai

Menyusuri Lembah Hijau di Kaki Perbukitan

Secara geografis, Kampung Naga berada di sebuah lembah subur yang diapit perbukitan dan aliran Sungai Ciwulan. Lokasinya cukup strategis karena berada di jalur utama penghubung Tasikmalaya-Garut.

Dari pusat Kota Tasikmalaya, jaraknya sekitar 30 kilometer, sedangkan dari Garut sekitar 26 kilometer. Namun, perjalanan menuju kampung adat ini memberikan pengalaman tersendiri.

Pengunjung harus menuruni ratusan anak tangga yang membelah lereng bukit dengan kemiringan cukup curam. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan melalui jalan setapak yang menyusuri Sungai Ciwulan sebelum akhirnya tiba di kawasan permukiman adat yang asri dan tenang.

Baca Juga: Gawir Cibalong, Wisata Alam di Kuningan yang Cocok untuk Healing dengan Kolam Air Jernih Alami

Rasa lelah selama perjalanan seakan terbayar lunas ketika hamparan rumah-rumah tradisional berjejer rapi di tengah hijaunya sawah dan pepohonan.

Di sebelah barat kampung terdapat hutan keramat yang dipercaya sebagai tempat peristirahatan leluhur masyarakat Kampung Naga. Sementara di sisi utara dan timur mengalir Sungai Ciwulan yang menjadi sumber kehidupan warga sejak dahulu.

Asal Usul Nama Kampung Naga

Banyak wisatawan yang mengira nama Kampung Naga berkaitan dengan hewan mitologi naga yang identik dengan budaya Tionghoa. Anggapan tersebut ternyata keliru.

Menurut penuturan masyarakat adat, istilah "Naga" berasal dari ungkapan bahasa Sunda "na gawir" yang berarti berada di bawah tebing atau lembah. Seiring waktu, penyebutan tersebut mengalami penyederhanaan hingga akhirnya dikenal sebagai Kampung Naga.

Halaman:

Tags

Terkini