wisata

Kampung Naga 2026, Benteng Budaya Sunda yang Tetap Bertahan di Tengah Arus Modernisasi

Sabtu, 6 Juni 2026 | 22:32 WIB
Kampung Naga bukan sekadar wisata, tetapi laboratorium budaya hidup yang menarik wisatawan, akademisi, peneliti, dan turis mancanegara. (Instagram/kampungnaga_tasikmalaya)

Baca Juga: Pemandian Air Panas Ciniru Kuningan, Wisata Alam Favorit untuk Relaksasi di Kaki Gunung Ciremai

Warisan Seni yang Masih Bertahan

Selain arsitektur tradisional, Kampung Naga juga dikenal sebagai penjaga berbagai kesenian Sunda klasik.

Beberapa kesenian yang masih dikenali masyarakat antara lain angklung, terbangan, beluk, dan rengkong. Namun seiring perkembangan zaman, sebagian kesenian mulai jarang dipentaskan karena berkurangnya pelaku dari kalangan generasi muda.

Meski demikian, upaya pelestarian terus dilakukan melalui kegiatan budaya, pendidikan informal, hingga kunjungan wisata edukasi yang melibatkan pelajar dan mahasiswa dari berbagai daerah.

Pemerintah daerah bersama komunitas budaya juga terus mendorong penguatan ekosistem wisata budaya agar kesenian tradisional tersebut tetap dikenal generasi mendatang.

Baca Juga: Taman Mandar Karawang, Wisata Keluarga Murah dengan Aviary Park, Kolam Renang, dan Spot Foto Menarik

Destinasi Edukasi Budaya yang Semakin Diminati

Dalam beberapa tahun terakhir, tren wisata berbasis budaya dan pengalaman autentik terus meningkat. Wisatawan tidak lagi hanya mencari tempat berfoto, tetapi juga pengalaman yang memiliki nilai edukasi dan makna.

Kampung Naga menjadi salah satu destinasi yang menjawab kebutuhan tersebut. Pengunjung dapat belajar langsung mengenai filosofi hidup masyarakat Sunda, sistem sosial tradisional, pola permukiman berkelanjutan, hingga hubungan harmonis antara manusia dan alam.

Keaslian budaya yang masih terjaga membuat Kampung Naga kerap masuk dalam daftar destinasi wisata budaya unggulan Jawa Barat dan menjadi salah satu ikon pariwisata Kabupaten Tasikmalaya.***

Halaman:

Tags

Terkini