Mediapriangan.com - Di tengah maraknya tempat makan yang mendadak populer karena TikTok atau Instagram, ada sejumlah kuliner yang justru bertahan tanpa mengandalkan tren sesaat. Tempat-tempat seperti ini masuk kategori kuliner anti FOMO karena tetap dicari meski tidak terus-menerus muncul di media sosial.
Fenomena FOMO atau fear of missing out memang membuat orang rela mengantre panjang demi mencicipi makanan yang sedang ramai diperbincangkan. Namun, popularitas semacam itu tidak selalu bertahan lama. Setelah tren mereda, tidak sedikit tempat makan yang kembali sepi.
Berbeda dengan kuliner anti FOMO yang mengandalkan cita rasa, kualitas bahan, pelayanan, dan konsistensi. Beberapa tempat bahkan sudah memiliki pelanggan sejak era sebelum media sosial berkembang seperti sekarang.
Baca Juga: Waduk Brigif Jagakarsa, Destinasi Wisata Hits di Jakarta Selatan untuk Jogging dan Refreshing
Berikut empat kuliner legendaris di Indonesia yang tetap punya penggemar tanpa harus mengejar viral setiap saat.
1. Soto Gading, Solo
Perjalanan kuliner ini dimulai dari Solo dengan Soto Gading, salah satu tempat makan yang dikenal sebagai tujuan kuliner legendaris.
Popularitasnya tidak semata-mata lahir dari konten media sosial. Soto Gading telah lama dikenal dan pernah menjadi tempat singgah sejumlah tokoh penting, termasuk para presiden Indonesia ketika berada di Solo.
Daya tarik utamanya terletak pada kuah soto bening dengan rasa gurih yang ringan. Kaldu daging berpadu dengan rempah sehingga menghasilkan cita rasa yang tidak terlalu berat, tetapi tetap kaya rasa.
Baca Juga: 3 Nasi Goreng Kaki Lima Legendaris di Jakarta yang Bikin Penasaran, Ada MPR hingga Gondrong Obama
Menariknya, pengunjung tidak perlu menunggu Soto Gading masuk FYP untuk datang. Saat jam makan tiba, meja-meja makan tetap dipenuhi pelanggan.
Pelengkapnya pun menjadi bagian penting dari pengalaman bersantap. Ada sate paru, sate telur puyuh, empal, hingga tempe goreng yang bisa disantap bersama semangkuk soto.