SEMARANG, Mediapriangan.com - Perjalanan panjang melintasi Jalur Pantura Semarang bisa menjadi kesempatan untuk berburu kuliner khas daerah.
Di tengah padatnya arus kendaraan, pengendara dan pemudik dapat menyempatkan diri beristirahat sambil menikmati sajian yang sudah dikenal masyarakat setempat.
Jalur Pantura menjadi salah satu rute penting yang menghubungkan berbagai wilayah di Pulau Jawa. Saat musim mudik Lebaran, kepadatan lalu lintas di sejumlah ruas dapat membuat perjalanan berlangsung lebih lama.
Karena itu, menemukan tempat makan yang sesuai bisa menjadi pilihan untuk mengisi tenaga sebelum melanjutkan perjalanan.
Semarang memiliki sejumlah kuliner yang layak masuk daftar persinggahan, mulai dari nasi gandul dengan kuah bercita rasa gurih manis, nasi ayam bersiram kuah santan, hingga tahu gimbal dengan perpaduan tahu, lontong, dan udang.
Berikut tiga tempat makan legendaris di Jalur Pantura Semarang yang bisa menjadi pilihan untuk menikmati kuliner khas Kota Atlas.
1. Nasi Gandul Pak Memet, Kuah Gurih Manis dengan Daging Empuk
Nasi Gandul Pak Memet menjadi salah satu pilihan bagi pencinta olahan daging sapi dengan bumbu rempah. Warung ini berada di Jalan Dokter Cipto, Semarang.
Sajian nasi gandul dikenal dengan kuah berwarna cokelat yang memiliki perpaduan rasa gurih dan manis. Penyajiannya menggunakan daun pisang sebagai alas, sehingga menghadirkan aroma khas ketika kuah dituangkan di atas nasi.
Pengunjung dapat memilih lauk berupa daging sapi maupun aneka jeroan. Potongan daging yang empuk berpadu dengan kuah berbumbu yang meresap, menjadikan hidangan ini cocok disantap saat berhenti sejenak dalam perjalanan.
Dengan harga sekitar Rp20.000 per porsi, Nasi Gandul Pak Memet bisa menjadi alternatif bagi pengendara yang ingin menikmati makanan khas Semarang tanpa harus mengeluarkan biaya terlalu besar.