• Senin, 3 Oktober 2022

Penyaluran Bantuan Penanganan Covid-19 Jangan Sampai Timbulkan Masalah

- Minggu, 10 Mei 2020 | 14:09 WIB

Mediapriangan.com - Alih-alih meringankan beban rakyat sebagai strategi penanganan Covid-19, bantuan yang diberikan pemerintah kepada masyarakat menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.

Beberapa faktor memacu terjadinya kegaduhan tersebut. Namun, menurut Anggota Komisi IV bidang pembangunan DPRD Jawa Barat dari Fraksi Gerindra Persatuan, Viman Alfarizi Ramadhan ST MBA, hal tersebut terjadi karena adanya kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Dikatakannya, penyaluran bantuan penanganan Covid-19 salah satunya menyesuaikan dengan data yang ada di basis data pemerintah atau dikenal Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Namun, pada kenyataannya DTKS tidak sesuai dengan fakta di lapangan, sehingga masyarakat menilai bahwa penyaluran bantuan tersebut kurang tepat sasaran.

Padahal, kata Viman, semua penerima bantuan ini dimasukkan ke dalam basis data di pemerintah. Jika tidak masuk ke dalam DTKS, maka penerima akan dimasukkan dalam data non-DTKS sebagai pembaruan dari data yang telah ada sebelumnya.

-

Viman juga mengklaim bahwa pihaknya di legislatif telah berkomunikasi dengan eksekutif Kota dan Kabupaten Tasikmalaya, beberapa waktu lalu. Dari sana terdapat data terbaru adanya warga yang masuk data non-DTKS.

"Di Kota Tasik, ada kurang lebih 99 ribu orang yang masuk data non-DTKS. Sementara di Kabupaten Tasik, ada kurang lebih 102 ribu orang (yang masuk data non-DTKS)," katanya.

Adanya selisih jumlah data di DTKS dan non-DTKS, kata Viman sangat wajar karena adanya pembaruan. Maka dari itu, jumlah masyarakat yang menerima bantuan pun bisa terjadi selisih, meskipun pada dasarnya semua orang yang terdata akan mendapatkan bantuan.

"Hal ini yang membuat masyarakat menilai bantuan penanganan Covid-19 ini kurang tepat sasaran hingga saya dengar ada penolakan di beberapa daerah. Jangan sampai bantuan ini menimbulkan masalah. Jangan sampai maksud pemerintah baik, tapi masyarakat keliru memahaminya," tuturnya.

Halaman:

Editor: Redaksi

Tags

Terkini

X