SAMARINDA, Mediapriangan.com - Gelombang protes yang mengepung kantor Gubernur Kaltim di Samarinda pada Selasa, 21 April 2026, menyisakan cerita unik yang menyita perhatian publik.
Di tengah memanasnya barisan massa yang menuntut transparansi kebijakan Gubernur Rudy Masud, seorang orator viral muncul menjadi penengah guna mencegah bentrokan fisik antara mahasiswa dan pihak kepolisian.
Aksi unjuk rasa ini dipicu oleh kegeraman masyarakat terhadap alokasi anggaran mobil dinas gubernur yang mencapai angka fantastis Rp8,5 miliar.
Baca Juga: Viral WNA Timor Leste Sobek Uang Rp100 Ribu, Netizen Desak Sanksi Hukum Meski Amuku Sudah Minta Maaf
Selain itu, massa juga menyoroti kucuran dana Rp25 miliar untuk renovasi rumah jabatan gubernur dan wakil gubernur yang dinilai mencederai semangat efisiensi anggaran.
Situasi sempat memanas sekitar pukul 18.00 WITA ketika pelemparan botol mulai terjadi, namun instruksi tegas sang orator berhasil mendinginkan suasana.
“Tiga langkah ke belakang, jalan!” teriak sang orator viral melalui pengeras suara untuk menghentikan aksi saling dorong.
Pendekatan emosional digunakan orator untuk mengingatkan massa bahwa aparat yang berjaga merupakan bagian dari keluarga mereka sendiri. Ia menekankan agar demo Kaltim tidak berakhir dengan kekerasan yang merugikan kedua belah pihak.
“Jangankan mukul-mukul aparat, kalian melempar gedung juga nggak ada gunanya,” ujar orator aksi tersebut. Ia menambahkan, “Teman-teman, di antara kita yang ikut demo itu anak Polisi, betul nggak? Nih Pak, anak bapak. Teman-teman yang di depan, tolong hargai komando.”
Imbauan tersebut tidak hanya meredakan amarah massa di depan kantor Gubernur Kaltim, tetapi juga mendapatkan apresiasi langsung dari pihak kepolisian di media sosial.