BANDUNG, Mediapriangan.com - PCMB 2026 Jabar kembali menjadi perhatian publik setelah aksi gabungan emak-emak dan mahasiswa mewarnai kawasan Gedung DPRD Jawa Barat pada Kamis, 11 Juni 2026.
Demonstrasi yang berlangsung tertib tersebut membawa beragam isu, mulai dari persoalan pendidikan hingga dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat.
Sorotan terhadap PCMB 2026 Jabar ramai diperbincangkan setelah sejumlah dokumentasi aksi beredar luas di media sosial.
Salah satu yang menarik perhatian publik adalah kehadiran kelompok emak-emak yang membawa perlengkapan memasak dan mengolah makanan di lokasi demonstrasi.
Aksi unik tersebut bukan sekadar kegiatan biasa. Para emak-emak menjadikannya sebagai simbol kritik terhadap kebijakan pendidikan yang dinilai menyulitkan sebagian keluarga dalam proses penerimaan peserta didik. Mereka menilai akses pendidikan negeri seharusnya dapat dinikmati secara adil oleh seluruh lapisan masyarakat.
Dalam unggahan akun Instagram @heybandoeng pada Jumat, 12 Juni 2026, disebutkan bahwa demonstrasi berlangsung damai meski mengangkat berbagai persoalan yang tengah menjadi perhatian masyarakat.
"BBM naik, rupiah melemah, program MBG disorot. Aksi berlangsung damai," tulis postingan tersebut.
Di tengah aksi PCMB 2026 Jabar, perhatian massa tertuju kepada Neni Suhaeni yang terlihat menggoreng cireng dan menyiapkan kopi untuk peserta demonstrasi. Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki makna lebih dalam dibanding sekadar menyediakan konsumsi.
"Ini kan kita lagi memperjuangkan hak anak orang miskin, anak-anak yang juga mau sekolah masuk sekolah negeri," tegas Neni.
Baca Juga: Hari Bhayangkara ke-80, Polres Tasikmalaya Kota Salurkan Bansos untuk Ojol dan Tukang Becak
Ia menilai banyak keluarga menghadapi kebingungan saat mengikuti proses PCMB 2026 Jabar. Sejumlah orang tua menginginkan anak mereka melanjutkan pendidikan ke SMA atau SMK negeri, namun merasa pilihan yang tersedia tidak sesuai harapan.