"Selain itu, Pemkab juga menyediakan 1 unit compact untuk pemadatan serta 3 truk pasir dan 3 truk koral," tambahnya.
Ruas jalan rusak yang menjadi sasaran perbaikan memiliki panjang sekitar 72 meter dengan lebar 4 meter. Warga memperbaikinya menggunakan konstruksi rabat beton.
Jalan Rusak Ditangani dengan Gotong Royong
Perbaikan jalan dilakukan setelah kerusakan pada akses tersebut semakin menghambat aktivitas masyarakat. Kondisi itu menjadi perhatian warga karena jalur tersebut menghubungkan sejumlah permukiman di Kecamatan Mesidah.
Aksi gotong royong ini melibatkan warga dari beberapa kecamatan. Mereka antara lain berasal dari Bandar, Bener Kelipah, dan Syiah Utama.
Para peserta didominasi petani kopi. Hal itu berkaitan dengan posisi Kecamatan Mesidah sebagai salah satu kawasan penghasil kopi Arabika di Kabupaten Bener Meriah.
Selama proses pekerjaan berlangsung, warga menutup sementara ruas jalan tersebut untuk kendaraan.
Baca Juga: Akses Masih Terputus, Warga Bener Meriah Tempuh Tiga Jam Jalan Kaki Demi Bantuan Beras
Saat ini, jalan sudah dapat dilewati sepeda motor. Namun, kendaraan roda empat hingga roda enam masih belum diperbolehkan melintas karena proses pekerjaan masih berlangsung.
Warga yang membutuhkan akses menuju Kecamatan Mesidah sementara dapat menggunakan jalur alternatif melalui Kanis, Kecamatan Bandar, kemudian menuju Arul Putih.
Jalan yang diperbaiki tersebut sebelumnya terdampak kerusakan setelah wilayah Bener Meriah dilanda banjir bandang dan longsor pada akhir November 2025. Dampak bencana meluas hingga akhir November dan awal Januari 2026, termasuk terhadap sejumlah akses transportasi masyarakat.
Dengan kondisi tersebut, warga Bener Meriah memilih mempercepat penanganan jalan rusak melalui gotong royong agar jalur yang menjadi penghubung 14 desa dapat kembali digunakan secara lebih aman.***