JAKARTA, Mediapriangan.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB memberikan penjelasan terbaru mengenai 94 warga NTT yang sebelumnya dilaporkan meninggal dunia saat berada di pengungsian setelah gempa.
Hasil verifikasi yang dilakukan bersama Kementerian Kesehatan di tujuh kabupaten terdampak menunjukkan bahwa kematian tersebut tidak disebabkan trauma fisik langsung maupun tertimpa reruntuhan bangunan akibat gempa NTT.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan sebagian besar warga yang meninggal merupakan kelompok lanjut usia dengan riwayat penyakit kronis.
Baca Juga: Ribuan SPPG Disetop, BGN Ungkap Dugaan Bahan Baku MBG Rusak di Balik Kasus Keracunan Daerah
“Hasil verifikasi dan validasi, kami meluruskan bahwa 94 warga tersebut tidak meninggal akibat trauma fisik langsung atau reruntuhan bangunan akibat gempa bumi,” ujar Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan dalam keterangannya kepada awak media melalui video yang diunggah di Instagram @bnpb_indonesia, dikutip pada Jumat, 18 September 2026.
“Data dari tim medis menunjukkan sebagian besar warga tersebut adalah kelompok lansia yang meninggal dunia karena komplikasi penyakit kronis yang sudah diderita, seperti stroke dan diabetes melitus,” lanjutnya.
Baca Juga: Viral Istri Pejabat Kalsel Dikipasi saat Makan, Camat Ungkap Tradisi Batalam Bakipas Pangeran
Verifikasi 94 Warga NTT
BNPB menyatakan data 94 warga NTT tersebut telah melalui proses verifikasi dan validasi bersama Kementerian Kesehatan. Pemeriksaan dilakukan terhadap data dari tujuh kabupaten yang terdampak gempa NTT.
Dengan hasil tersebut, BNPB menegaskan bahwa 94 warga yang meninggal di pengungsian tidak masuk dalam kategori korban yang meninggal akibat trauma fisik secara langsung karena gempa.
Kondisi kesehatan warga di pengungsian menjadi bagian penting dalam proses pendataan tersebut. BNPB menyebut kelompok lansia dengan penyakit kronis termasuk yang paling banyak tercatat dalam data meninggal di pengungsian.
Baca Juga: Jangan Matikan Pers Saat Program Pemerintah Dikritik
Pelayanan Kesehatan di Pengungsian
Artikel Terkait
Gempa Flores NTT, BRI Peduli Bergerak Cepat Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak
Gempa Bumi NTT Tewaskan 47 Orang, Ini Jejak 10 Gempa Bumi Dahsyat yang Mengguncang Wilayah Ini dalam 51 Tahun
Pemilik Toko di Reo Gratiskan Susu dan Popok untuk Korban Gempa NTT, Pilih Layani Warga daripada Cari Untung
Gempa NTT M7,7 Rusak RSUD Ruteng, Kemenkes Bangun RS Lapangan dan Kerahkan Logistik Udara
5 Ton Rendang dari Sumbar untuk Korban Gempa NTT, Terinspirasi Bantuan Saat Bencana 2009
Tertimbun 4 Hari akibat Gempa NTT, Nenek 84 Tahun Paulina Pobi Ditemukan Selamat dalam Reruntuhan
Viral Siswa SD di NTT Sambut Kepala Dinas dari Seberang Sungai, Yel-yel Ayo Maju Jangan Ragu Bikin Haru
Jurnalis Promedia Jadi Korban Gempa NTT, Mari Bersama Bantu Mereka Bangkit dan Pulihkan Kehidupan
Camat Lamba Leda Utara Mundur Usai Viral Marahi Petugas BNPB, Pilih Jadi Relawan Korban Gempa NTT
SDN Mboeng NTT yang Viral Akhirnya Direvitalisasi, Sekolah Berdinding Bambu Kini Masuk Program 2026