Pembuat Video Berikan Klarifikasi
Setelah video tersebut ramai, pembuatnya juga memberikan klarifikasi dan menyampaikan permintaan maaf atas kegaduhan yang muncul.
Dalam penjelasannya, ia mengatakan video tersebut dibuat ketika sedang menyantap chicken katsu yang merupakan makanan dari hari sebelumnya. Ia membantah memiliki maksud untuk menyindir korban maupun program pemerintah.
“Hari Jumat kemarin saya bikin story makan katsu. Dimana katsu itu masakan dari hari sebelumnya. Saya cuma iseng aja makan katsu masakan kemarin dan itu masih enak dan saya bilang saya juga kehilangan ingatan saya 70 persen,” jelas pegawai SPPG di Bantul, DI Yogyakarta itu.
“Saya tidak ada menyinggung salah satu korban manapun, saya hanya bilang seperti itu. Walaupun ada saya bilang 70 persen, tetapi dilihat dari kacamata universal 70 persen bisa menyinggung apapun yang ada. Karena saya tidak bilang 70 persen kehilangan ingatan karena salah satu program pemerintah,” sambungnya.
Klarifikasi tersebut muncul setelah warganet menghubungkan isi video dengan kasus dugaan keracunan MBG di Karo.
Sementara itu, BGN tetap menindaklanjuti persoalan tersebut dengan memberikan teguran kepada pegawai bersangkutan dan SPPG tempatnya bekerja.
Kasus video viral ini pun menjadi perhatian terhadap cara pegawai SPPG menyampaikan pernyataan di ruang publik, terutama ketika berkaitan dengan penerima manfaat program MBG dan kasus dugaan masalah keamanan pangan.***