Ia menekankan, pemimpin DKM yang terpilih harus memahami bahwa kepengurusan masjid bukan lembaga yang berorientasi pada keuntungan. Karena itu, kepemimpinan DKM semestinya lebih banyak berbicara tentang apa yang dapat diberikan untuk kemajuan masjid dan jemaah.
Dalam pemilihan tersebut, Asep Ridwan akhirnya terpilih sebagai Ketua DKM Alhikmah untuk periode tiga tahun ke depan.
Asep menyebut amanah tersebut sebagai tanggung jawab besar sekaligus anugerah yang diberikan Allah SWT melalui kepercayaan para jemaah.
“Ketua bukan berarti seluruh keputusan dan kehendak ada di tangannya. Semua demi kemaslahatan dan kemakmuran masjid harus diputuskan bersama,” ujar Asep.
Ia mengatakan, kepemimpinannya ke depan akan diarahkan pada upaya memakmurkan masjid, jemaah dan pengurus melalui program-program kemasjidan yang dapat dirasakan manfaatnya.
Menurut Asep, pengelolaan DKM harus mencakup tiga aspek utama, yakni imarah atau memakmurkan masjid, riayah yang berkaitan dengan pemeliharaan dan pengelolaan sarana masjid, serta idaroh berupa tata kelola kepengurusan.
“Pada prinsipnya ke depan masjid harus makmur, jemaah harus makmur dan pengurus harus makmur, yang dibuktikan dengan terwujud dan suksesnya program-program kemasjidan, menyangkut imarah, riayah dan idaroh,” katanya.
Pemilihan Ketua DKM Alhikmah Desa Cikunir Kabupaten Tasikmalaya tersebut, tidak hanya menghasilkan pemimpin baru, tetapi juga menjadi momentum bagi jemaah untuk memperkuat kebersamaan dan membangun pola pengelolaan masjid yang lebih terbuka, partisipatif dan berorientasi pada kemaslahatan bersama.***