Pada tahun 2018, Canva mencapai status unicorn, yaitu perusahaan yang bernilai lebih dari 1 miliar dolar AS. Dengan putaran investasi baru sebesar 40 juta dolar, Canva semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu start-up dengan pertumbuhan tercepat di dunia.
Di tahun 2024, Canva terus mengembangkan diri dengan mengakuisisi perusahaan lain seperti Zeetings, yang memungkinkan pengguna untuk membuat presentasi interaktif.
Setiap langkah baru yang diambil oleh Canva semakin mendekatkannya pada visinya untuk memberdayakan semua orang di dunia untuk mendesain dengan mudah, kapan saja, dan di mana saja.
Berkat keberhasilannya membangun Canva, Melanie Perkins kini menjadi salah satu pengusaha wanita terkaya di dunia.
Pada tahun 2024, menurut Majalah Forbes, kekayaan bersih Melanie diperkirakan mencapai 4,4 miliar dolar AS, atau sekitar Rp70 triliun.
Dengan memiliki sekitar 30% saham perusahaan, Melanie tidak hanya mengubah cara orang melihat desain, tetapi juga membuktikan bahwa dengan visi yang kuat dan dedikasi, seseorang dapat membangun sesuatu yang benar-benar revolusioner.
Sebagai CEO, Melanie terus menginspirasi para pengusaha muda, terutama wanita, untuk mengikuti jejaknya.
"Saya percaya bahwa setiap orang, tidak peduli dari mana mereka berasal, dapat menciptakan sesuatu yang luar biasa jika mereka memiliki ide yang tepat dan kemauan untuk bekerja keras," ujar Melanie.
Kisah Sukses yang Menginspirasi Generasi Masa Depan
Melanie Perkins adalah bukti hidup bahwa dengan tekad dan inovasi, seseorang dapat mengubah dunia.
Dari ide sederhana untuk mempermudah pembuatan buku tahunan, Canva berkembang menjadi platform desain yang digunakan oleh jutaan orang di seluruh dunia.
Kisah Melanie Perkins menginspirasi kita untuk terus berusaha mengejar impian, tidak peduli seberapa besar tantangan yang harus dihadapi.