Mediapriangan.com - Nama Jensen Huang mungkin sudah tidak asing lagi bagi mereka yang mengikuti perkembangan industri teknologi, khususnya di bidang pemrosesan grafis dan kecerdasan buatan (AI).
Sebagai pendiri dan CEO NVIDIA, Jensen Huang telah mengubah perusahaan ini menjadi salah satu pemain utama dalam industri chip komputer dunia.
Namun, sebelum menjadi seorang miliarder dengan kekayaan yang menembus angka Rp2.036 triliun, kisah hidup Jensen Huang jauh dari kemewahan.
Lahir pada tahun 1963 di Taiwan, Jensen Huang menghabiskan sebagian besar masa kecilnya di negara asalnya sebelum akhirnya pindah ke Amerika Serikat pada usia sembilan tahun.
Di sana, ia tinggal bersama pamannya hingga orang tuanya menyusul beberapa tahun kemudian.
Dalam berbagai wawancara, Huang mengungkapkan bahwa ia dibesarkan dalam keluarga sederhana yang sangat mementingkan pendidikan.
Dari Perundungan di Sekolah Hingga Pengalaman Kerja Pertama yang Membentuk Karakter
Namun, kehidupan di Amerika Serikat tak selalu mulus bagi Huang. Saat bersekolah di Oneida Baptist Institute, ia harus menghadapi perundungan dari teman-teman sekelasnya.
Bahkan, ia pernah diancam dengan pisau dan dipaksa membersihkan toilet sekolah. Meski begitu, Huang memilih untuk bertahan dan menghadapi tantangan tersebut.
Ia menilai pengalaman masa kecil ini sebagai pelajaran penting tentang ketahanan mental dan keberanian untuk bersuara.
"Aku telah membersihkan banyak toilet berkat kalian semua," kenangnya dengan penuh ironi saat memberi pidato kelulusan di sekolah.