bisnis

Mengenal Ronald Wijaya, Sosok di Balik Kesuksesan Mie Instan Lemonilo dan Lika-Liku Perjalanan Bisnisnya

Senin, 23 Desember 2024 | 15:39 WIB
Ronald Wijaya sosok pendiri perusahaan produk mie instan di Indonesia, Lemonilo. (YouTube.com/@Merry Riana)

Baca Juga: Kisah Inspiratif, Shervin Dehmoubed, Pendiri Eco Packable yang Ciptakan Inovasi Kemasan Paket Online Ramah Lingkungan

Belajar dari Kegagalan, Lemonilo Ciptakan Pasar Sendiri

Dalam siniar YouTube Merry Riana pada 19 Oktober 2024 lalu, Ronald bercerita sebelum melahirkan produk mie instan Lemonilo juga pernah mengalami kegagalan dalam menciptakan produk-produk sebelumnya.

"Lemonilo pernah meluncurkan produk-produk lainnya, banyak dan gagal. Jadi tidak selalu berhasil," ujar Ronald.

"Banyak sekali kegagalan yang kita alami juga, Konsula gagal, Lemonilo bikin e-commerce juga gagal, bikin brand sendiri juga banyak gagalnya," sebutnya.

Ronald bersama dua rekan pendiri lainnya menilai setiap kegagalan itu sebagai pembelajaran dan diambil hikmahnya.

Baca Juga: Tips Membangun Brand yang Kuat dan Tangguh di Tengah Gempuran Persaingan E-Commerce yang Semakin Kompetitif

"Semuanya dijalani dan belajar dari setiap kegagalan karena itu penting, sangat penting sekali," tegasnya.

Kemudian, Ronald menyoroti keberhasilan Lemonilo dalam menciptakan pasar sendiri di tengah persaingan dunia usaha.

"Yang berhasil itu selalu di mana kita menciptakan market sendiri, barang yang sebelumnya tidak ada," terang Ronald.

"Contoh mie instan yang hijau itu sebelumnya tidak ada, kalaupun ada itu kecil-kecilan. Mie hijau dengan bahan yang sehat itu kita ciptakan sendiri," tandasnya.

Baca Juga: Jabar Agro dan Industri Creative Festival 2024, Menggali Potensi Agrobisnis dan Industri Kreatif di Ciamis

Ronald Wijaya: Jangan Tergesa-gesa Menjalani Bisnis

Dalam kesempatan yang sama, Ronald juga menuturkan seorang pebisnis harus mau membuat sesuatu dari yang kecil.

"Setiap kali kita mau membuat sesuatu dimulai dari yang kecil dulu," tuturnya.

Menurut Ronald, seseorang yang tergesa-gesa dalam menjalankan bisnis akan menghabiskan banyak uang secara percuma.

Halaman:

Tags

Terkini