bisnis

Bedah Perbedaan Reksa Dana vs Saham, Dari Risiko Hingga Pilihan yang Paling Cocok untuk Investor Pemula

Jumat, 8 Agustus 2025 | 17:30 WIB
Foto Ilustrasi - Saham dan reksa dana adalah instrumen investasi yang dibedakan dari tingkat keterlibatan investor. (Unsplash/Austin Distel)

 

Mediapriangan.com - Reksa dana dan saham merupakan dua instrumen investasi populer di pasar keuangan Indonesia.

Keduanya sama-sama menawarkan peluang keuntungan, namun memiliki perbedaan signifikan dalam cara kerja, tingkat risiko, hingga keterlibatan investor.

Reksa dana adalah wadah investasi kolektif di mana dana masyarakat dihimpun dan dikelola oleh manajer investasi.

Baca Juga: 7 Kesalahan Finansial yang Sering Menjerat Kelas Menengah, dari Utang Konsumtif hingga Tekanan Gaya Hidup

Dana tersebut ditempatkan pada berbagai instrumen seperti saham, obligasi, hingga pasar uang. Hasil investasinya dibagikan sesuai jumlah unit yang dimiliki investor.

Jenis reksa dana pun beragam, mulai dari reksa dana saham, reksa dana pendapatan tetap, hingga reksa dana pasar uang.

Saat ini, pembelian reksa dana semakin mudah dilakukan melalui bank maupun aplikasi digital seperti Bibit, Bareksa, Ajaib, Tanamduit, IPOT, dan Makmur.

Baca Juga: Emas atau Tabungan Bank? Simak Perbandingan Untung Rugi Menyimpan Uang di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Meski dikelola profesional, reksa dana tetap mengandung risiko seperti penurunan Nilai Aktiva Bersih (NAB), risiko likuiditas, hingga potensi wanprestasi dari pihak pengelola.

Sementara itu, saham adalah bukti kepemilikan atas sebagian modal perusahaan. Investor yang memegang saham berhak mendapatkan dividen serta potensi capital gain jika harga saham naik.

Saham terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu saham biasa dan saham preferen, masing-masing menawarkan hak dan pembagian keuntungan yang berbeda.

Baca Juga: Raffi Ahmad Beberkan Rahasia Sukses Bangun Bisnis, Harus Siap Capek, Gagal, dan Cari Tim yang Bisa Dipercaya!

Contoh saham yang aktif diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia antara lain PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), GoTo Gojek Tokopedia (GOTO), dan Telkom Indonesia (TLKM).

Halaman:

Tags

Terkini