BANDUNG, Mediapriangan.com - Diskusi mengenai resilient supply chain menjadi fokus utama dalam forum Supply Chain Connex Ramadhan Edition 2026 yang digelar di Bandung.
Kegiatan ini mempertemukan berbagai kalangan profesional untuk membahas strategi menghadapi tantangan rantai pasok di tengah dinamika industri yang terus berubah.
Supply Chain Connex Ramadhan Edition 2026 diselenggarakan oleh ISCEA Indonesia pada 6 Maret 2026 di Aroem Bandung Resto dan Cafe.
Baca Juga: ISCEA Indonesia Dorong Sustainability lewat Expert Class Green Procurement dan Green Supply Chain
Forum yang berlangsung di Bandung tersebut dihadiri oleh 67 peserta yang berasal dari berbagai sektor industri, termasuk logistik dan FMCG.
Sebagian besar peserta dalam Supply Chain Connex Ramadhan Edition 2026 merupakan kalangan manajer dan senior staff yang tertarik mendalami pendekatan strategis dalam membangun resilient supply chain.
Diskusi berlangsung aktif sejak awal hingga akhir acara dengan berbagai sudut pandang dari praktisi maupun akademisi.
Pembahasan resilient supply chain dalam Supply Chain Connex Ramadhan Edition 2026 dipandu oleh Prof. I Nyoman Pujawan yang bertindak sebagai moderator.
Prof. I Nyoman Pujawan membuka forum dengan mengangkat berbagai persoalan yang sering dihadapi praktisi industri dalam membangun sistem rantai pasok yang tangguh.
Pada sesi pertama, Santony yang menjabat sebagai General Management Office di Sinarmas Mining memaparkan bagaimana strategi supply chain dapat diterjemahkan ke dalam pelaksanaan operasional yang memberikan dampak nyata bagi perusahaan.
Santony menyoroti sejumlah kesenjangan yang sering muncul antara rencana strategis dan kondisi lapangan.
Melalui paparan tersebut, peserta Supply Chain Connex Ramadhan Edition 2026 mendapatkan gambaran tentang pentingnya menyelaraskan perencanaan dengan implementasi operasional agar resilient supply chain dapat berjalan efektif dalam mendukung keberhasilan bisnis.