Wadirut MIND ID Dorong Indonesia Naik Kelas, Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Lewat Hilirisasi

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Kamis, 12 Februari 2026 | 09:11 WIB
Wadirut MIND ID tegaskan Indonesia Naik Kelas dengan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen dan hilirisasi. (Dok. Mind Id)
Wadirut MIND ID tegaskan Indonesia Naik Kelas dengan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen dan hilirisasi. (Dok. Mind Id)

JAKARTA, Mediapriangan.com - Gagasan Indonesia Naik Kelas kembali ditegaskan Wadirut MIND ID dalam forum akademik di Bandung. Dalam paparannya, ia mendorong lompatan menuju Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen sebagai jalan keluar dari stagnasi pertumbuhan yang selama ini bertahan di kisaran lima persen.

Wadirut MIND ID, Dany Amrul Ichdan, menyampaikan bahwa struktur ekonomi nasional masih terlalu bertumpu pada ekspor bahan mentah dengan nilai tambah terbatas. Kondisi tersebut dinilai menjadi penghambat utama Indonesia Naik Kelas dan keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah.

"Selama lebih dari satu dekade, ekonomi Indonesia seolah nyaman di angka 5%. Padahal, dengan modal yang kita miliki, Indonesia seharusnya mampu melompat ke tingkat pertumbuhan yang lebih tinggi," kata Dany.

Baca Juga: AFTECH, Easycash, dan IARFC Luncurkan MOJANG, Perkuat Literasi Keuangan dan Reputasi Kredit Gen Z

Pernyataan itu disampaikan dalam Studium Generale bertajuk Ekonomi Inklusif untuk Indonesia Naik Kelas di Aula Barat ITB Bandung, Rabu, 11 Februari 2026. Acara tersebut turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar dan Rektor ITB Tatacipta Dirgantara.

Menurut Wadirut MIND ID, Indonesia memiliki fondasi kuat untuk mencapai Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen. Salah satu modal utama adalah cadangan mineral strategis yang menempati posisi teratas dunia, mulai dari timah, nikel, emas, bauksit hingga batubara.

“Indonesia sesungguhnya memiliki keunggulan. Cadangan mineral strategis Indonesia menempati peringkat teratas dunia, mulai dari timah, nikel, emas, bauksit hingga batubara, dengan usia cadangan puluhan tahun,” terang Dany.

Baca Juga: Giulia Angelina Siap Debut, Misi Berat Bandung BJB Tandamata di Proliga 2026 seri Bojonegoro

Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya diolah melalui hilirisasi industri. Kontribusi pajak dan royalti terhadap Produk Domestik Bruto masih berkisar 9 hingga 10 persen, tertinggal jauh dibandingkan negara maju yang mampu mencapai 30 hingga 40 persen. Hal ini menunjukkan nilai tambah terbesar masih dinikmati di luar negeri.

"Angka penerimaan negara yang rendah menunjukkan bahwa kita masih menjual bahan mentah. Nilai tambah terbesar justru dinikmati di luar negeri," ujar Dany.

Wadirut MIND ID menekankan bahwa strategi Indonesia Naik Kelas tidak hanya bertumpu pada sektor tambang. Ia menyebut secondary resources serta limbah industri sebagai peluang baru yang dapat memperpanjang umur ekonomi sumber daya alam sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

Baca Juga: Kasus Child Grooming Disorot, UPTD PPA Kota Tasikmalaya Diverifikasi Kemenkumham Jabar dan Didukung KOPRI PMII

“Bukan hanya tambang potensi juga ada di industri lain seperti perikanan dan lain-lain, yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal," jelasnya.

Untuk mengejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen, Dany menilai penguatan riset menjadi kunci.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X