Meski keabsahan data tersebut mentah, para pakar teknologi tetap mengingatkan adanya ancaman ikutan yang mengintai masyarakat pengguna dompet digital.
Jika data ilegal semacam itu tersebar, potensi munculnya serangan rekayasa sosial, pengambilalihan nomor kartu seluler, hingga aksi penipuan digital bermodus phising akan meningkat drastis.
Kondisi ini mempertegas bahwa risiko keamanan siber di tanah air kian menantang seiring dengan pesatnya adopsi transaksi nontunai.
Oleh karena itu, penguatan literasi digital bagi para pengguna mobile banking BCA dirasa mendesak agar masyarakat terhindar dari berbagai modus penipuan digital yang memanfaatkan kepanikan isu kebocoran data nasabah tersebut.***