Kolaborasi Hexahelix di Kabupaten Pati Dorong Daya Saing UMKM Lewat Peluncuran Sistem Ekraf Terintegrasi Berbasis Web

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Sabtu, 23 Mei 2026 | 05:55 WIB
Aplikasi sistem ekraf terintegrasi resmi diperkenalkan guna mendongkrak daya saing UMKM di Kabupaten Pati lewat skema kolaborasi Hexahelix yang solid, Kamis (21/5/2026). (Dok. Promedia)
Aplikasi sistem ekraf terintegrasi resmi diperkenalkan guna mendongkrak daya saing UMKM di Kabupaten Pati lewat skema kolaborasi Hexahelix yang solid, Kamis (21/5/2026). (Dok. Promedia)

PATI, Mediapriangan.com - Langkah taktis diambil oleh pemerintah daerah dalam memanfaatkan potensi bonus demografi melalui digitalisasi sektor riil. Penghubungan data lintas sektor kini dipacu untuk menciptakan ekosistem ekonomi kreatif berbasis komunitas yang produktif, berkelanjutan, dan mampu bersaing di kancah nasional.

Upaya ini diwujudkan melalui pengenalan platform ekonomi kreatif digital terintegrasi berbasis web. Melalui wadah digital ini, proses sertifikasi produk, katalog pemasaran, ruang inovasi, hingga pelatihan teknologi dipadukan dalam satu pintu untuk memangkas sekat birokrasi bagi para pelaku usaha.

Dosen Fakultas Teknik Program Studi Teknologi Informasi Universitas Muria Kudus, Arief Susanto menjelaskan bahwa platform ekonomi kreatif berbasis web tersebut dikembangkan untuk mempercepat kolaborasi digital antarpelaku ekonomi kreatif.

Baca Juga: Jogja Financial Festival 2026, Momentum Emas Dongkrak Literasi Keuangan Masyarakat dan Ketahanan Ekonomi Nasional

Sistem ini memadukan layanan sertifikasi, katalog produk, inovasi masyarakat, hingga pelatihan berbasis teknologi dalam satu platform terpadu.

“Kemudahan akses sertifikasi akan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk ekonomi kreatif daerah. Pelaku ekraf membutuhkan pendampingan terstruktur agar proses sertifikasi lebih murah, mudah, dan terhindar dari praktik yang merugikan,” jelas Arief.

Penerapan teknologi baru ini diprediksi akan mengubah peta industri lokal secara signifikan. Ketua Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Pati, Acep Iqbal Syamsul Bilad menyampaikan bahwa keterhubungan data lintas sektor menjadi fondasi penting dalam pengembangan ekonomi kreatif modern.

Baca Juga: Wamendikdasmen Tinjau Sekolah di Tasikmalaya, Soroti Ribuan Ruang Kelas Rusak

Menurutnya, potensi sumber daya manusia kreatif perlu dihubungkan langsung dengan kebutuhan industri dan pelaku usaha agar mampu menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang produktif dan berkelanjutan.

Langkah inovatif ini dimatangkan dalam forum Pengabdian Kepada Masyarakat yang berlangsung di Ruang Rapat Penjawi Setda Kabupaten Pati, Kamis (21/5/2026).

Melalui agenda ini, diperkenalkan blueprint jaringan kerja terpadu yang menyatukan dunia pendidikan, pelaku usaha, pemerintah, hingga lembaga sertifikasi ke dalam satu wadah.

Baca Juga: Menatap Panggung Nasional, Festival Kreatif Indonesia Kini Bisa Ajukan Diri Masuk Jejaring ICCN

Ajang tersebut merupakan buah nyata dari pergerakan ekonomi kreatif digital yang diusung oleh Komite Ekonomi Kreatif dan Inovasi Kabupaten Pati (KREASI PATI).

Sebagai bagian dari Indonesia Creative Cities Network (ICCN) yang menghubungkan 265 lebih daerah, KREASI PATI bergerak cepat merangkul Universitas Muria Kudus (UMK) dan UNRIYO Yogyakarta untuk merancang sistem ekraf terintegrasi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X