Bahkan, TikTok telah menyediakan berbagai fasilitas dan kemudahan bagi para penjual yang ingin meraih keuntungan lebih besar.
Kemudahan dalam membuat toko online di TikTok telah menciptakan peluang bagi banyak penjual baru, namun juga berdampak pada perang harga.
Hal ini dimanfaatkan oleh TikTok dengan strategi yang jarang ditemukan di antara para penjual di platform lain.
Salah satu perbedaan mencolok antara TikTok dan Shopee adalah dalam hal memperoleh followers atau pengikut.
TikTok jauh lebih mudah dalam mendapatkan followers dibandingkan Shopee, hal itu sebagaimana dilkutip MediaPriangan dari Youtube Franky Kamajaya.
Baca Juga: Viral! Vidio TikTok Sekelompok Pria Korban Gempa Cianjur Memakai Pakaian Wanita
Menurut Franky Kamajaya dalam kanal Youtube-nya, untuk mendapatkan followers di Shopee memerlukan usaha dan kerja ekstra.
Algoritma TikTok yang menggunakan data besar (Big Data) dan Artificial Intelligence (AI) memiliki peran besar dalam memudahkan para pengguna untuk mendapatkan followers.
Algoritma tersebut menganalisis setiap video dan mengidentifikasi tag setiap pengguna, serta memperhitungkan interaksi seperti like, komentar, share, dan rewatch (ditonton ulang), serta jumlah followers.
Semakin tinggi interaksi pada video, semakin besar peluang untuk meningkatkan jumlah view atau penonton.
Dengan demikian, semakin banyak interaksi yang diperoleh, semakin tinggi pula peluang untuk konten yang dimaksud tampil di For Your Page (FYP) dan dilihat oleh semua pengguna TikTok.
Di sisi lain, algoritma yang digunakan oleh Shopee berbeda, yang memberikan peringkat hasil pencarian berdasarkan apa yang dicari oleh pembeli.