Panggil Aku Ayah Rilis 7 Agustus 2025, Film Komedi-Drama Keluarga Adaptasi "Pawn" yang Bikin Tawa dan Air Mata

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Senin, 4 Agustus 2025 | 06:36 WIB
Film komedi drama Panggil Aku Ayah siap tayang perdana 7 Agustus 2025. Simak sinopsis, detail film hingga daftar pemerannya.   (Dok. IMDb)
Film komedi drama Panggil Aku Ayah siap tayang perdana 7 Agustus 2025. Simak sinopsis, detail film hingga daftar pemerannya. (Dok. IMDb)

 

 

Mediapriangan.com - Film komedi-drama keluarga Panggil Aku Ayah siap menyapa penonton bioskop Indonesia mulai Kamis, 7 Agustus 2025. Film ini mengawali deretan film yang tayang Agustus 2025.

Diproduksi oleh Visinema Pictures bersama CJ Entertainment, film Panggil Aku Ayah merupakan adaptasi resmi dari film Korea terkenal Pawn (2020), yang sebelumnya sukses di negara asalnya.

Dengan balutan budaya lokal, Panggil Aku Ayah menghadirkan kisah menyentuh namun dibumbui komedi segar, menjadikannya tontonan keluarga yang sarat pesan moral dan tawa.

Baca Juga: Kalender Rilis Film Bioskop Agustus 2025, 24 Film Nasional dan Internasional Siap Tayang Perdana, Catat Tanggalnya!

Di tangan sutradara Benni Setiawan, cerita ini disajikan dengan nuansa khas Indonesia, tanpa menghilangkan esensi aslinya. Penasaran? simak sinopsis dan daftar pemerannya.

Sinopsis Film Panggil Aku Ayah

Kisah bermula ketika seorang ibu yang terlilit utang, terpaksa meninggalkan anaknya, Intan kecil, demi bekerja sebagai TKI.

Tanpa pilihan lain, ia menitipkan Intan sebagai jaminan kepada dua penagih utang bernama Dedi dan Tatang.

Baca Juga: 5 Film Horor Agustus 2025, Ada Tuyul, Kuntilanak Hitam hingga Makam Hidup, Simak Sinopsis dan Cek Tanggal Rilisnya!

Awalnya, Dedi dan Tatang tak lebih dari penagih uang yang dingin dan keras kepala. Namun sejak kedatangan Intan kecil dalam hidup mereka, keduanya perlahan melunak.

Mereka mulai terlibat dalam kehidupan gadis kecil itu secara emosional dan tak menyangka akan terjebak dalam dinamika 'keluarga' yang tak pernah mereka rencanakan.

Seiring berjalannya waktu, hubungan mereka berkembang menjadi ikatan yang unik, penuh tawa karena gaya hidup kocak Dedi dan Tatang, namun juga sarat air mata saat Intan mencari sosok ibu dan merasa kehilangan kasih sayang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X