Viral Cekcok Penjahit dan Pelanggan di Bali, Dugaan Rasisme dan Ancaman Picu Reaksi Warganet

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Minggu, 19 Juli 2026 | 22:29 WIB
Cekcok penjahit dan pelanggan di Bali viral di media sosial. Dugaan rasisme dan ancaman dalam video tersebut menuai kecaman serta perhatian publik. (Instagram/hiddenbyhilda)
Cekcok penjahit dan pelanggan di Bali viral di media sosial. Dugaan rasisme dan ancaman dalam video tersebut menuai kecaman serta perhatian publik. (Instagram/hiddenbyhilda)

 

BALI, Mediapriangan.com - Video perselisihan antara seorang penjahit dan pelanggan di Desa Sibangkaja, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Bali, menjadi perhatian publik setelah beredar luas di media sosial.

Perselisihan yang kemudian menjadi video viral tersebut tidak hanya memperlihatkan perdebatan mengenai layanan jahitan, tetapi juga memuat dugaan ucapan bernuansa SARA dan ancaman yang disebut ditujukan kepada pelanggan.

Peristiwa itu memicu beragam reaksi warganet hingga mendapat perhatian sejumlah tokoh publik. Rekaman yang pertama kali diunggah akun Instagram @hiddenbyhilda tersebut kemudian beredar di sejumlah akun media sosial lainnya.

Baca Juga: Profil Ji Yun Jeong, Tandem Megawati Hangestri di Hyundai Hillstate yang Pernah Jadi Lawan di Liga Voli Korea

Persoalan bermula ketika seorang pelanggan di Bali mengaku membawa pakaian untuk dijahit pada 30 Juni 2026. Berdasarkan keterangannya, pakaian tersebut dijanjikan selesai sehari kemudian, yakni pada 1 Juli 2026.

Namun, ketika datang sesuai waktu yang dijanjikan, pakaian tersebut disebut belum selesai. Pelanggan kemudian kembali mendapatkan janji untuk datang pada 2 Juli 2026.

Akan tetapi, jahitan kembali disebut belum rampung hingga pelanggan kembali mendatangi tempat tersebut pada 3 Juli 2026.

Merasa kecewa karena sudah membayar biaya jasa jahit, pelanggan tersebut meminta agar uang yang telah diberikan dikembalikan. Situasi kemudian berkembang menjadi cekcok penjahit dan pelanggan yang terekam dalam video.

Baca Juga: Viral Pasangan Muda-Mudi Duduk di Tepi Jembatan Merah Jayapura, Warga Tegur hingga Tiga Kali

"Masalahnya saya bayar lho. Yaudah saya tunggu 10 menit, saya tunggu baju saya. Empat hari lho," ucap pelanggan tersebut.

Dalam rekaman video viral itu, perdebatan kemudian memanas. Penjahit tersebut terdengar melontarkan perkataan yang diduga mengandung unsur dugaan rasisme dengan membawa-bawa latar belakang masyarakat Jawa dan Bali.

"Orang Bali orang kaya-kaya, bukan kayak kamu, orang miskin. Kamu orang miskin nggak makan di Jawa, nyari uang di Bali, main-main sama orang Bali," ucap penjahit tersebut.

Selain perkataan yang diduga mengandung unsur dugaan rasisme, video tersebut juga memperlihatkan adanya perkataan bernada kasar yang diarahkan kepada pelanggan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X