Sindiran Pedas Hanung Bramantyo Soal Film Animasi Merah Putih: One For All yang Disebut Tayang Terburu-buru

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Rabu, 13 Agustus 2025 | 16:03 WIB
Potret sutradara film Hanung Bramantyo yang turut mengomentari penayangan film animasi Merah Putih: One For All.  (Instagram/hanungbramantyo)
Potret sutradara film Hanung Bramantyo yang turut mengomentari penayangan film animasi Merah Putih: One For All. (Instagram/hanungbramantyo)

 

Mediapriangan.com - Sutradara kondang Hanung Bramantyo angkat bicara soal penayangan film animasi Merah Putih: One For All yang kini menjadi sorotan publik.

Melalui unggahan di Instagram Story, Hanung Bramantyo menanggapi isu bahwa film tersebut tidak memperoleh dukungan dana dari pemerintah.

Hanung Bramantyo juga mempertanyakan alasan di balik jadwal tayang yang dinilainya terlalu terburu-buru.

Baca Juga: PFN Siapkan Film Animasi ‘Pelangi di Mars’, Gunakan Teknologi XR dan Target Tayang di Bioskop pada 2026

“Terus kenapa buru-buru tayang? Ironisnya kok bisa dapat tanggal tayang di tengah 200 judul film Indonesia yang ngantre tayang?” tulis Hanung pada Minggu, 10 Agustus 2025.

Tak hanya di Instagram, komentar tegas juga ia lontarkan melalui akun Threads @hanungbramantyo.

Ia menyinggung perihal kualitas hasil produksi yang dinilainya tak sepadan dengan dana yang disebut mencapai Rp7 miliar.

Baca Juga: Ifan Seventeen Klarifikasi Polemik Film Merah Putih: One For All, Tegaskan Tak Pakai Dana Pemerintah

“Budget Rp7 miliar untuk film animasi, potong pajak 13 persen kisaran Rp6 miliar, sekalipun tidak dikorupsi, hasilnya tetap JELEK!!!” tulisnya pada Senin, 11 Agustus 2025.

Hanung menjelaskan, produksi film animasi idealnya membutuhkan anggaran minimal Rp30-40 miliar, di luar biaya promosi, dan proses pengerjaannya bisa memakan waktu 4-5 tahun.

Dengan dana Rp6 miliar, menurutnya, film baru berada di tahap previs atau storyboard berwarna sebagai panduan animator.

Baca Juga: Fadli Zon Harap Film Animasi Merah Putih: One For All Jadi Pemicu Nasionalisme, Singgung Sukses Jumbo

“Budget Rp6 miliar hanya sampai tingkat previs. Kalo itu yang ditayangkan, sudah pasti penonton akan resisten. Ibarat membangun rumah, belom dipelur semen dan lantainya masih cor-coran kasar,” tegas Hanung.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X