Mediapriangan.com - Linimasa media sosial tengah diramaikan tren unik yang membuat banyak orang bernostalgia. Netizen berbondong-bondong mengunggah potret hasil editan AI yang mempertemukan mereka dengan sosok masa kecilnya dalam satu bingkai foto bergaya polaroid.
Fenomena ini tidak sekadar tren, tetapi juga menjadi ruang bagi warganet untuk merenungkan perjalanan hidup. Banyak yang memanfaatkan momen ini untuk menuliskan pesan haru, permintaan maaf, bahkan motivasi untuk dirinya di masa lalu.
Dalam unggahan akun Instagram @jakarta.keras, tampak deretan foto netizen yang memperlihatkan interaksi mereka dengan versi kecil dirinya.
Salah satu curhatan berbunyi, "Hai Za, maafkan aku karena bukan seperti yang kau bayangkan. Aku berjanji tak akan berhenti berusaha, karena dirimu, diriku yang kecil, pantas mendapatkan yang lebih baik," tulis akun @yjrae.
Tak sedikit pula yang menuturkan penyesalan tentang impian masa kecil yang belum tercapai.
"Masa kecil, banyak anganmu yang tidak terealisasikan, aku minta maaf, tapi sekarang aku punya hal lain yang lebih baik dari yang kamu bayangkan dulu," ungkap akun @bimarestu.
Di balik viralnya tren ini, rupanya teknologi Google Gemini AI menjadi salah satu kunci terciptanya potret sinematik tersebut.
Dengan memanfaatkan fitur ImageFX atau integrasi dalam aplikasi Gemini, pengguna cukup menuliskan prompt atau perintah untuk menghasilkan gambar yang emosional.
Baca Juga: AI Kini Jadi Alat Wajib Pekerja Remote, Bantu Produktivitas, Atur Jadwal, dan Ringankan Beban Kerja
Berikut 5 prompt AI yang paling banyak digunakan netizen untuk menciptakan momen haru bersama sosok kecilnya:
- Memberi Pelukan Penuh Nostalgia – Menggambarkan dua sosok berpelukan dengan latar gelap dan cahaya polaroid yang lembut.
- Pelukan Hangat dengan Latar Tirai Putih – Memberi efek hangat dan intim, cocok untuk pesan haru.
- Momen Penuh Kasih Sayang – Versi dewasa terlihat menggendong sosok kecilnya dengan ekspresi lembut.
Artikel Terkait
RI Siapkan Sovereign AI Fund, Target Jadi Pusat Teknologi AI Asia Tenggara, Media Asing Soroti Langkah Besarnya
Film Animasi Merah Putih One for All Tuai Rating 1,0 di IMDb, Penonton Kritik Kualitas hingga Dugaan Plot Hasil AI
Studi Global Sebut 76 Persen Warga RI Khawatir Pekerjaan Digantikan AI, Berbanding Terbalik dengan Jepang dan Jerman
Generasi Muda Wajib Melek Data, Hanya 1 Persen Talenta Digital Indonesia Kuasai AI, Cek Solusi Praktisnya
WEF 2025 Ungkap 41 Persen Perusahaan Akan Lakukan PHK Massal Hingga 2030, AI Jadi Pemicu Utama
Ekonom Goldman Sachs, Revolusi AI Jadi Peluang sekaligus Ancaman Nyata bagi Karier Generasi Z di Dunia Kerja
5 Cara Jitu Susun Strategi Bisnis dengan AI, dari Cari Ide Potensial hingga Bangun Brand yang Bikin Konsumen Loyal
CEO Teknologi Dunia Ungkap Fakta Mengejutkan: Gelar Kuliah Tak Lagi Jadi Syarat Utama Sukses di Era AI
AI Kini Jadi Alat Wajib Pekerja Remote, Bantu Produktivitas, Atur Jadwal, dan Ringankan Beban Kerja
Survei Kaspersky Ungkap Wisatawan Kini Mengandalkan AI untuk Rencana Liburan, Hasilnya Bikin Penasaran!