"Dia sempat menangis, 'Aku datang ke situ itu dibayar saja tidak'. Dia bahkan hanya ingin mencari ilmu," terang Nunung.
Sebagai rekan dekat, Nunung menyebut bahwa Yati tidak pernah mengungkapkan rasa sakit hatinya secara terbuka, tetapi tetap merasa tertekan akibat guyonan yang dianggap tidak pantas tersebut.
"Selama ini Mbak Yati itu menahan (sakit hati), memendam," ungkap Nunung.
Nunung juga menambahkan bahwa Yati Pesek menghadiri acara tersebut dengan harapan mendapatkan pencerahan dari sosok yang dianggap pemuka agama.
"Karena memang dia (Yati) tujuannya berhadapan dengan Gus Miftah yang dianggap pemuka agama. Kalau kita pikir-pikir video Mbak Yati ini parah," tandas Nunung.
Kontroversi ini menjadi pengingat bahwa setiap tindakan dan ucapan publik figur, terlebih yang memiliki status sebagai pemuka agama, akan selalu menjadi sorotan.
Gus Miftah kini harus menghadapi konsekuensi dari tindakannya sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat yang telah mendukungnya selama ini.***