Gus Miftah Mundur dari Jabatan Utusan Khusus Presiden, Kontroversi Ejekan ke Pedagang Es Teh dan Polemik Gelar 'Gus'

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Jumat, 6 Desember 2024 | 20:31 WIB
Gus Miftah mundur dari jabatan Utusan Khusus Presiden setelah kontroversi ejekan pedagang es teh, simak juga sorotan tentang gelar 'Gus'.   (Dok. Istimewa)
Gus Miftah mundur dari jabatan Utusan Khusus Presiden setelah kontroversi ejekan pedagang es teh, simak juga sorotan tentang gelar 'Gus'. (Dok. Istimewa)

 

Mediapriangan.com - Penceramah terkenal Miftah Maulana Habiburrahman, yang dikenal dengan panggilan Gus Miftah, mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan sebagai Utusan Khusus Presiden RI untuk bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan.

Keputusan Gus Miftah tersebut diumumkan pada Jumat, 6 Desember 2024, dalam konferensi pers di Pondok Pesantren Ora Aji, Sleman, Yogyakarta.

Pengunduran diri Gus Miftah terjadi setelah viralnya video dirinya yang diduga mengejek seorang pedagang es teh saat acara pengajian Magelang Bersholawat.

Baca Juga: Gus Miftah Sebut 'Goblok' ke Penjual Es Teh Bakul, Ini 4 Fakta Kontroversi yang Bikin Heboh hingga Permintaan Maaf

Peristiwa ini memicu kecaman publik, termasuk petisi daring di Change.org yang mendesak pencopotannya.

Hingga 6 Desember 2024, petisi bertajuk Copot Gus Miftah dari Jabatan Utusan Khusus Presiden telah memperoleh dukungan dari 318.479 orang.

Dalam pernyataannya, Gus Miftah menegaskan bahwa keputusan untuk mundur diambil secara mandiri, tanpa tekanan dari pihak mana pun.

"Hari ini dengan segala kerendahan hati, saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari tugas saya sebagai Utusan Khusus Presiden RI," ungkapnya.

Ia juga menyatakan harapannya agar peristiwa ini menjadi pembelajaran untuk dirinya dan masyarakat luas.

Baca Juga: Kasus Ejekan Gus Miftah ke Penjual Es Teh, Boy Candra Soroti Permintaan Maaf yang Tak Sepenuhnya Hilangkan Luka

Makna Gelar 'Gus' dan Kontroversi

Kasus ini turut menyoroti gelar "Gus" yang disandang oleh Gus Miftah.

Di kalangan masyarakat Jawa, panggilan "Gus" merupakan bentuk penghormatan kepada anak seorang kiai, terutama mereka yang berasal dari lingkungan pesantren.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X