entertainment

Tangis Haru Warnai Kepulangan Siswa SMP dari Barak TNI di Purwakarta, Dedi Mulyadi, Air Mata Itu Tanda Bahagia!

Selasa, 20 Mei 2025 | 09:46 WIB
Momen siswa SMP di Purwakarta, Jawa Barat yang memeluk erat sang ibunda usai pulang dari Barak TNI. (Instagram.com/@dedimulyadi71)

Mediapriangan.com - Suasana penuh haru mewarnai halaman Markas Resimen Armed 1 Sthira Yudha di Purwakarta, pada Minggu, 18 Mei 2025.

Bagaimana tidak, puluhan siswa SMP dipertemukan kembali dengan orang tua mereka setelah menjalani program pembinaan karakter selama dua pekan di lingkungan militer.

Tangisan, pelukan, dan sujud penuh penyesalan terlihat ketika para siswa, yang sebelumnya memiliki catatan perilaku menyimpang seperti tawuran, bolos sekolah, hingga konsumsi miras, akhirnya dipulangkan ke rumah masing-masing.

Baca Juga: Disindir KPAI soal Siswa ke Barak TNI, Dedi Mulyadi Tantang Turun Langsung, Jangan Cuma Komentar dari Jauh!

Salah satu momen yang menyita perhatian adalah ketika seorang siswa memeluk erat ibunya sambil menangis dan mencium kakinya sebagai ungkapan maaf dan syukur.

Program pendidikan berkarakter ini merupakan inisiatif Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang bertujuan membentuk disiplin, tanggung jawab, dan rasa cinta tanah air di kalangan pelajar.

"Air mata yang mengalir itu adalah bukti kebahagiaan dan perubahan," ujar Dedi melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @dedimulyadi71, pada Senin, 19 Mei 2025.

Baca Juga: KPAI Soroti Program Siswa Nakal ke Barak TNI, Minta Dedi Mulyadi Evaluasi dan Libatkan Orang Tua di Tahap Lanjutan

Video momen mengharukan itu juga diunggah melalui kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel dan menuai reaksi positif dari warganet.

Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, menyampaikan bahwa sebanyak 39 siswa SMP telah berhasil menyelesaikan program pelatihan yang berlangsung selama 14 hari.

Ia menyatakan bahwa keberhasilan ini menjadi harapan baru untuk masa depan generasi muda di daerahnya.

Baca Juga: Ramai Siswa ke Barak TNI, KPAI Soroti Program Dedi Mulyadi Tak Miliki Standar Baku dan Pengajaran Tak Seragam

"Alhamdulillah, mereka telah menyelesaikan pendidikan bela negara selama 14 hari. Semoga ini menjadi titik balik dalam kehidupan mereka," tutur Saepul Bahri kepada wartawan.

Program ini tidak hanya menjadi upaya pembenahan perilaku, tetapi juga bentuk kepedulian pemerintah terhadap tumbuh kembang mental dan moral para pelajar.

Halaman:

Tags

Terkini