Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pemilihan kemasan mencerminkan penghargaan produsen terhadap pembeli. Apabila dikemas asal-asalan, maka konsumen pun tak dihargai meski telah mengeluarkan uang.
"Kalau kamu kasih kotak seperti itu kamu kasih ke buyernya, you don't appreciate your buyer (kamu nggak apresiasi pembelimu) yang istilahnya mengeluarkan uang selayaknya buat beli donat itu," tegasnya lagi.
Tak hanya itu, Nanakoot juga berbagi pengalamannya saat menerima paket donat dari Pinkan. Ia mengaku mendapat 12 donat yang semuanya ditumpuk jadi satu tanpa pembatas rapi, di dalam kotak yang disebutnya seperti hasil kerajinan tangan.
Baca Juga: Pastikan Efektfivitas Pelayanan Bagi Pasien, RSUD KHZ Musthafa Merilis Jadwal Poliklinik
"(Isinya) 12 tapi ditumpuk. Kotaknya itu dibentuk sama dia itu kotak-kotak kayak ini loh. Kotak biasa terus dikasih sekat sama dia tapi ditempel pakai lakban," ujar Nanakoot.
"Kayak rakitan anak prakarya itu lho, yes homemade gitu. Tapi homemade-nya itu nggak rapi, ada cekrekan staples," tukasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pinkan Mambo belum memberikan tanggapan resmi atas kritik dari Nanakoot.***