“Seperti Pak Tom Lembong, tidak ada rekomendasi formal dari Kementerian Industri, ‘ini salah’, ‘bisa dipenjara nih’,” tuturnya.
Majelis Hakim Tipikor Jakarta menjatuhkan vonis 4,5 tahun penjara kepada Tom Lembong, yang kala itu dikenal sebagai salah satu menteri kepercayaan presiden.
Melihat hal tersebut, Ferry menyampaikan bahwa para pejabat seharusnya mulai waspada dan tidak menganggap enteng posisi mereka saat ini.
“Kalau aku jadi pejabat, aku malah bingung, kenapa tidak deg-degan seperti ini. Kamu (Deddy) tahu lah, kasus ini. Ada satu kasus yang bisa terjadi kaya gini, kenapa malah santai-santai,” ucapnya.
“Tom Lembong tahun 2016 mana tahu dia akan seperti ini. Dia orang pemerintahan, dia menteri presiden, salah satu orang kepercayaan, siapa yang menyangka? Itu menteri, mantan menteri saja bisa seperti itu, apalagi dirimu (Deddy),” imbuh Ferry.
Sindiran ini pun menjadi refleksi publik terhadap kompleksitas menjadi pejabat di era digital, di mana jejak digital dan kebijakan masa lalu bisa berbalik menyerang kapan saja.***