Mediapriangan.com - Lebih dari empat abad telah berlalu sejak William Shakespeare meninggalkan dunia, namun jejaknya tetap abadi.
Sosok yang dikenal sebagai Bard of Avon ini bukan hanya menulis, melainkan membentuk wajah sastra dunia dengan kata-kata yang menembus ruang dan waktu.
William Shakespeare lahir di Stratford upon Avon, Inggris, pada 23 April 1564, Shakespeare tumbuh di lingkungan sederhana.
Ayahnya adalah pembuat sarung tangan, sementara ibunya berasal dari keluarga pemilik tanah. Dari kota kecil inilah, seorang anak dengan imajinasi besar memulai perjalanan menuju panggung sejarah.
Pada usia 18 tahun, ia menikahi Anne Hathaway dan dikaruniai tiga anak. Kehidupan keluarga tak menghentikan langkahnya meraih impian.
William Shakespeare pindah ke London, menapaki dunia teater, dan perlahan mengubah cara orang menulis, berbicara, bahkan memandang kehidupan.
Baca Juga: Profil Xabi Alonso, Legenda Gelandang Spanyol yang Kini Dipercaya Tangani Real Madrid Hingga 2028
Kalimat seperti "All the world’s a stage" dalam drama As You Like It menjadi simbol pandangannya bahwa hidup adalah panggung, dan setiap orang memiliki perannya.
Dari tragedi hingga komedi, dari kisah cinta hingga intrik politik, karyanya merangkul seluruh spektrum emosi manusia.
Menjelang akhir hayatnya, ia melahirkan karya dengan nuansa yang lebih matang seperti The Winter’s Tale dan The Tempest, di mana tragedi berpadu dengan pengampunan dan harapan.
Karya-karya ini mencerminkan pemahamannya yang mendalam terhadap hati manusia.
William Shakespeare wafat pada 23 April 1616. Namun, sahabat-sahabatnya memastikan namanya tetap dikenang dengan menerbitkan First Folio, kumpulan drama yang menjadi harta tak ternilai bagi dunia sastra.