Ben Jonson, rival sekaligus pengagumnya, bahkan menyebutnya, “Sosok (Shakespeare) bukan hanya untuk zamannya, tetapi untuk segala zaman.”
Kini, drama Shakespeare telah diterjemahkan ke semua bahasa besar dunia, dipentaskan di teater klasik Eropa hingga panggung modern Asia, dan diadaptasi menjadi film di Hollywood.
Karakter ciptaannya hidup di benak penonton lintas generasi karena kekuatan ceritanya yang universal.
William Shakespeare membuktikan bahwa kata-kata bisa melintasi batas waktu, bahasa, dan budaya. Ia meninggalkan warisan yang bukan sekadar teks, tetapi juga pelajaran tentang kehidupan, cinta, dan kemanusiaan yang akan terus relevan, selama dunia masih mencintai seni bercerita.***