Mediapriangan.com - Produksi Film Negara (PFN), perusahaan BUMN yang bergerak di industri perfilman, kembali menghadirkan terobosan baru dengan menggarap film animasi berjudul Pelangi di Mars. Proyek ini disutradarai oleh Upie Guava dan ditargetkan tayang pada tahun 2026.
Film Pelangi di Mars memanfaatkan teknologi XR untuk membangun visualisasi cerita tentang interaksi antara manusia dan robot di luar angkasa.
Dalam film Pelangi di Mars terdapat lima karakter robot—Sulil, Kimchi, Batik, Petya, dan Yohan—serta empat karakter manusia—Banyu, Pelangi, Pratiwi, dan Mirna—yang akan menjadi pusat kisah.
Baca Juga: Ifan Seventeen Klarifikasi Polemik Film Merah Putih: One For All, Tegaskan Tak Pakai Dana Pemerintah
Persiapan Pelangi di Mars dimulai sejak 2022 dengan riset selama dua tahun, dilanjutkan uji coba teknologi selama satu tahun.
Proses produksi intensif baru dimulai pada 2024, sesuai penjelasan dari DossguavaXR Studio. Meski jadwal resmi belum ditetapkan, PFN memproyeksikan film ini bisa dinikmati publik pada 2026.
Kehadiran Pelangi di Mars muncul di tengah sorotan warganet terhadap film animasi Merah Putih: One For All yang menuai kritik meski menghabiskan biaya Rp6,7 miliar.
Publik figur hingga sineas ikut menanggapi kualitas produksi film tersebut, yang dijadwalkan tayang pada 14 Agustus 2025.
Ketua PFN, Riefian Fajarsyah atau Ifan Seventeen, menegaskan bahwa Merah Putih: One For All bukan bagian dari proyek PFN dan tidak menggunakan dana pemerintah.
“Perlu diingat, film ini tidak menggunakan anggaran dana dari pemerintah sedikitpun dan ini bukan filmnya PFN,” ujar Ifan pada Rabu, 13 Agustus 2025.
Meski begitu, ia tetap memberikan apresiasi kepada tim produksi film tersebut di tengah kritik yang deras.
“Memang, menurut kami di PFN, film ini jauh secara maksimal dari segi produksinya tapi bukankah kualitas produksi merupakan bagian dari pembelajaran?” tambahnya.***