entertainment

Usai Rehabilitasi Narkoba, Onad Buka Fakta Sindrom Peter Pan yang Membuatnya Terjebak Usia 19 Tahun

Senin, 2 Februari 2026 | 09:27 WIB
Setelah Rehabilitasi Narkoba, Onad mengaku mengalami Sindrom Peter Pan dan tak bisa move on dari usia 19 tahun. (Instagram/onadioleonardo_official)

Baca Juga: Habib Jafar Terisak Saat Tahu Onadio Leonardo Terjerat Kasus Narkoba, Deddy Corbuzier Singgung Nasib Podcast Login

Kiley menggambarkan kondisi ini sebagai kesulitan pria dewasa dalam memahami dan menerima makna kedewasaan, baik secara emosional maupun sosial.

Menurut Kiley, faktor lingkungan keluarga memegang peranan penting dalam munculnya Sindrom Peter Pan, khususnya pola relasi antara ayah, ibu, dan anak laki-laki sejak usia dini.

"Ayah memiliki peran kunci dalam pertumbuhan dan perkembangan putra mereka," ungkap Kiley sebagaimana dikutip dari The Fifth Medium, pada Sabtu, 31 Januari 2026.

Baca Juga: Ammar Zoni Terjerat Kasus Narkoba dari Balik Rutan, Eks Polisi Desak Hukuman Berat

"(Hal itu) karena anak laki-laki mencari bimbingan dan disiplin dari ayah mereka untuk memahami batasan dan mempelajari perilaku emosional dan sosial yang tepat," tambahnya.

Kiley menjelaskan, hubungan yang dingin atau terputus antara ayah dan anak dapat memicu ketidakseimbangan emosional. Dalam kondisi tertentu, anak justru tumbuh tanpa kesiapan mental untuk menghadapi tuntutan kedewasaan.

"Jika membiarkan perilaku kekanak-kanakannya terus berlanjut, ia akan frustrasi dengan dorongan putranya untuk mandiri dan mengambil risiko," terang Kiley.

"Lalu, meninggalkannya untuk mengurus dirinya sendiri sebelum ia siap," tandasnya.

Baca Juga: Gudang Narkoba di Medan Digerebek Polisi, Bongkar Jaringan Thailand, Sita 26 Kg Sabu dan Puluhan Ribu Ekstasi

Lebih jauh, Kiley juga menyoroti lingkungan keluarga yang dipenuhi konflik dan saling menyalahkan sebagai faktor yang memperbesar risiko Sindrom Peter Pan. Pola relasi semacam itu dapat membebani anak secara emosional hingga dewasa.

"Untuk mengatasi ini, seorang ibu akan melakukan kompensasi berlebihan di lingkungan rumah tangga dan bergantung pada putranya, terutama putra sulung, untuk dukungan emosional," jelasnya.

"Sementara seorang ayah akan menggunakan putranya sebagai penengah untuk menghindari konflik dalam pernikahannya," sambung Kiley.***

Halaman:

Tags

Terkini