Mediapriangan.com - Di era digital ini, sebagian orang mulai memilih menikmati momen kehidupan nyata tanpa harus mengabadikannya di media sosial.
Salah satu contohnya adalah ketika seseorang menghadiri konser artis favorit. Banyak penonton mengarahkan ponsel mereka untuk merekam setiap aksi panggung, kemudian membagikan video itu ke media sosial.
Namun, tanpa disadari, mereka melewatkan pengalaman emosional langsung karena sibuk dengan layar. Padahal, sang idola ada tepat di depan mata.
Kondisi seperti ini sering disebut sebagai Fear of Missing Out (FOMO), yaitu ketakutan ketinggalan momen atau tren yang memaksa seseorang terus terhubung dengan media sosial.
Sebagai alternatif, kini muncul konsep Joy of Missing Out (JOMO). JOMO menekankan kebahagiaan dari menikmati momen nyata tanpa merasa perlu membagikannya ke media sosial.
Apa Itu JOMO?
Jika melihat kembali situasi konser tadi, orang yang mengadopsi JOMO akan memilih menikmati musik dan aksi sang artis tanpa repot merekamnya.
Menurut Cleveland Clinic, JOMO mengajarkan kita menjadi diri sendiri tanpa perlu validasi orang lain. Psikolog Dr. Albers menjelaskan bahwa JOMO lebih menekankan pada kualitas daripada kuantitas.
"Alih-alih mengejar daftar panjang hal-hal untuk dipamerkan di media sosial, JOMO membantu seseorang fokus pada detail kecil yang bermakna di sekitarnya," jelas Albers.
Manfaat JOMO
Dr. Albers mengungkapkan tiga manfaat utama JOMO dari sudut pandang psikologi:
Meningkatkan Fokus dan Produktivitas:
Membantu seseorang lebih konsentrasi pada kegiatan sehari-hari tanpa distraksi.