Mediapriangan.com – Meraih medali emas merupakan impian semua atlet yang berlaga dalam sebuah pertandingan.
Maka tak heran, sering kita lihat beragam selebrasi atau perayaan pun dilakukan atlet saat meraih medali emas.
Ada hal unik yang sering dilakukan atlet saat mendapatkan medali emas, yaitu menggigitnya. Terutama ketika berpose di podium.
Baca Juga: Liburan di Wahoo Waterworld Bandung, Cek Fasilitas dan Harga Tiket Masuk
Pada zaman dahulu menggigit emas merupakan tradisi sebagai cara untuk memastikan keaslian emas. Semakin tinggi kadar emasnya, maka akan semakin lunak.
Maka tak heran, pada emas asli akan meninggalkan bekas gigitan ketika digigit. Cara ini hingga sekarang masih dilakukan.
Menggigit emas berlanjut di kalangan atlet, bahkan menjadi tradisi. Meskipun medali emas saat ini bukan terbuat dari emas murni.
Baca Juga: Penting Diketahui! Ini Dia 15 Manfaat Daun Pepaya, Herbal Alami untuk Kesehatan
Atlet yang mendapat medali emas, selalu berpose dengan mengigit emas yang tergantung di lehernya.
Selain selebrasi atas kemenangan, karena pose atlet menggigit medali emas dianggap fotogenik dan ikonik oleh para fotografer untuk diabadikan.
Dirangkum dari berbagai sumber, adanya medali emas, bermula di ajang olahraga internasional Olimpiade musim panas tahun 1904, yang diselenggarakan di St. Louis, Missouri, Amerika Serikat.
Medali emas tersebut, terbuat dari emas padat. Maka dari sinilah atlet menggigit medali itu bermula. Untuk memastikan keaslian emas.
Tapi medali emas murni tidak berlangsung lama. Medali emas murni terakhir diberikan pada Olimpiade musim panas tahun 1912, di Stockholm, Swedia.***