nasional

Keluarga Santri Korban Pembakaran Dicegat di Bandara, Denny Sumargo Pertanyakan Alasan Batal Podcast

Kamis, 9 Juli 2026 | 08:07 WIB
Keluarga santri korban pembakaran dicegat di bandara sebelum berangkat ke podcast Denny Sumargo. Publik kembali menyoroti kasus ini. (Instagram/sumargodenny)

JAKARTA, Mediapriangan.com - Rencana keberangkatan keluarga santri korban pembakaran dicegat di bandara menuju Jakarta mendadak batal. Mereka sedianya akan memenuhi undangan podcast Denny Sumargo, namun rombongan dihentikan oleh pihak kepolisian saat berada di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM), Nusa Tenggara Barat, pada Rabu, 8 Juli 2026.

Peristiwa tersebut kembali mengundang perhatian publik terhadap kasus santri korban pembakaran yang telah bergulir selama berbulan-bulan. Informasi mengenai batalnya keberangkatan itu beredar luas melalui media sosial dan memicu beragam tanggapan dari masyarakat.

Dalam unggahan akun Instagram @kahar_uddinabbas disebutkan bahwa setelah dicegah di bandara, korban bersama keluarganya dibawa ke RS Bhayangkara.

Baca Juga: 3 Kuliner di Bogor yang Selalu Ramai Diburu, dari Cungkring Legendaris hingga Sop Kaki Kambing Favorit

“Kedua korban dan orang tuanya dibawa oleh Polda NTB ke RS Bhayangkara dengan alasan untuk dirawat, tapi di sana korban hanya disuruh duduk dan tidur tanpa perawatan apa pun,” tulis keterangan pada unggahan akun Instagram @kahar_uddinabbas pada Rabu, 8 Juli 2026.

Keberangkatan keluarga santri korban pembakaran dicegat di bandara itu sebelumnya difasilitasi oleh tim podcast Denny Sumargo. Menurut Denny, undangan tersebut diberikan karena keluarga korban merasa proses hukum yang mereka tempuh belum menunjukkan perkembangan yang diharapkan.

“Kasus ini, menurut keluarga korban sudah dilaporkan sudah sekitar 7 sampai 8 bulan lalu tapi tidak ada titik terangnya,” ucap artis yang kerap disapa Densu ini dalam video terbaru yang diunggah pada Rabu, 8 Juli 2026.

Baca Juga: Jelang Tahun Ajaran Baru 2026-2027, Toko Alat Sekolah di Tasikmalaya Diserbu Pembeli dari Berbagai Daerah

Denny menjelaskan bahwa timnya telah menyiapkan seluruh kebutuhan perjalanan agar keluarga korban dapat hadir dalam sesi wawancara di kanal YouTube miliknya.

“Kami memutuskan untuk membelikan tiket dan menyiapkan akomodasi agar keluarga bisa datang ke Jakarta, tepatnya hari ini. Namun, gue mendapat kabar bahwa mereka tidak boleh berangkat,” lanjutnya.

“Kenapa mereka tidak boleh berangkat? Apa yang sebenarnya terjadi?” sambungnya.

Menurut Denny, keterbukaan informasi sangat penting agar polemik terkait kasus santri korban pembakaran tidak semakin memunculkan spekulasi di tengah masyarakat.

“Masyarakat itu bukan ingin menyalahkan, justru karena mereka melihat korban sudah kehilangan begitu banyak, tapi masih kesulitan menyampaikan suaranya. Kalau memang tidak ada yang salah dalam prosesnya, maka keterbukaan itu adalah jawaban terbaik,” terangnya.

Baca Juga: 3 Rumah Makan Nasi Padang di Depok yang Selalu Ramai, Rendang hingga Gulai Tunjang Jadi Favorit

Halaman:

Tags

Terkini