Kasus Taufik Hidayat di Bandung Jadi Sorotan, Psikolog Beber Tanda Hubungan Toksik dan Cara Menghindarinya

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Kamis, 2 Juli 2026 | 08:57 WIB
Kasus Taufik Hidayat di Bandung membuka pembahasan soal hubungan toksik. Psikolog membagikan tanda bahaya dan langkah pencegahannya. (YouTube.com/Rumpi_TV - Instagram.com/fakta.indo)
Kasus Taufik Hidayat di Bandung membuka pembahasan soal hubungan toksik. Psikolog membagikan tanda bahaya dan langkah pencegahannya. (YouTube.com/Rumpi_TV - Instagram.com/fakta.indo)

 

BANDUNG, Mediapriangan.com - Penanganan kasus penganiayaan yang menyeret nama Taufik Hidayat di Bandung masih terus bergulir. Di tengah proses penyidikan yang dilakukan kepolisian, perhatian publik tidak hanya tertuju pada aspek hukum, tetapi juga pada pembahasan mengenai hubungan toksik yang dinilai menjadi isu penting untuk dipahami masyarakat.

Kasus tersebut memicu diskusi luas setelah dugaan kekerasan terhadap seorang perempuan berinisial YTR menjadi perbincangan di media sosial. Penyidik Polda Jawa Barat saat ini masih mendalami tempat kejadian perkara (TKP) dan menyiapkan rekonstruksi guna mengungkap rangkaian dugaan kekerasan yang disebut terjadi dalam kurun Mei 2024 hingga Juni 2026.

Di tengah perhatian terhadap kasus penganiayaan itu, psikolog Joyce Manurung, M.Psi., memberikan penjelasan mengenai pola hubungan toksik saat menjadi narasumber dalam program Rumpi No Secret pada Rabu, 1 Juli 2026. Pembahasan tersebut muncul setelah pembawa acara Feni Rose meminta pandangannya mengenai sisi psikologis dari kasus yang menimpa korban.

Baca Juga: Kasus Taufik Hidayat Didalami, Polisi Gelar Prarekonstruksi dan Buka Peluang Munculnya Tersangka Baru

Menurut Joyce, hubungan yang tidak sehat umumnya berjalan dalam siklus yang terus berulang sehingga korban kerap mengalami kesulitan untuk melepaskan diri.

"Umumnya diakhiri dengan fase honeymoon di mana pelaku kembali bersikap manis," ungkap Joyce.

Ia menjelaskan, siklus tersebut biasanya diawali dengan fase meningkatnya ketegangan, kemudian berlanjut pada ledakan kekerasan, sebelum akhirnya pelaku kembali menunjukkan sikap baik. Kondisi inilah yang sering membuat korban bertahan dalam hubungan toksik.

Dalam kesempatan itu, Feni Rose juga menanyakan langkah yang dapat dilakukan masyarakat ketika mulai menemukan tanda-tanda bahaya dalam sebuah hubungan.

Baca Juga: Kasus Taufik Hidayat Disorot Menteri HAM, Natalius Pigai Tegaskan Tak Boleh Ada Restorative Justice

"Tapi buat kita semua ini, ketika menghadapi orang dengan tanda-tanda bahaya itu, gimana caranya?" tanya Feni Rose.

Menjawab pertanyaan tersebut, psikolog Joyce menilai kemampuan mengenali perubahan perilaku pasangan menjadi langkah pertama yang perlu dimiliki.

"Ya, yang pertama kita tadi pintar membaca perilaku. Jadi itu melatih juga ya," terang Joyce.

"Kalau sudah tahu, eh, kayaknya ini agak mengancam nih, boleh pilih beberapa cara. Kalau enggak sanggup untuk melawan, udah ngacir aja. Ngacir aja, hilang, hilang aja," sambungnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X