Profil dan Perjalanan Karier Simon Tahamata, Eks Ajax Keturunan Maluku yang Kini Jadi Kepala Pemandu Bakat PSSI

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Sabtu, 24 Mei 2025 | 08:27 WIB
Momen Simon Tahatama saat merumput di laga Legends Game. simak profil dan perjalanan kariernya.     (Instagram/simon_tahamata_)
Momen Simon Tahatama saat merumput di laga Legends Game. simak profil dan perjalanan kariernya. (Instagram/simon_tahamata_)

Mediapriangan.com - Sosok Simon Tahamata kini resmi mengemban peran penting di tubuh PSSI. Mantan pemain Timnas Belanda dan Ajax Amsterdam itu ditunjuk sebagai Kepala Pemandu Bakat nasional.

Tugas utama yang diembannya adalah menjaring talenta muda Indonesia, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, khususnya pemain berdarah Indonesia di Eropa.

Simon akan bergabung dalam tim pelatih yang dipimpin oleh Patrick Kluivert, bersama staf lainnya seperti Gerald Vanenburg dan Nova Arianto.

Baca Juga: Simon Tahamata Resmi Gabung PSSI Jadi Kepala Pemandu Bakat, Siap Buru Pemain Diaspora untuk Timnas Indonesia

Legenda Eropa Berdarah Maluku

Simon Melkianus Tahamata lahir di Vught, Belanda, pada 26 Mei 1956. Meski tumbuh besar dan berkarier di Eropa, Simon memiliki darah Maluku yang mengalir dalam dirinya.

Kiprahnya sebagai pemain sayap dikenal lincah, penuh teknik, dan kreatif, menjadikannya salah satu ikon sepak bola Belanda pada masanya.

Simon memulai karier profesional di Ajax Amsterdam pada tahun 1976. Bersama raksasa Eredivisie itu, ia tampil dalam 149 pertandingan, mencetak 17 gol dan menyumbang 33 assist.

Baca Juga: 32 Nama Dipanggil Kluivert! Lilipaly dan Asnawi Kembali, Reza Arya Jadi Kiper Baru Timnas Lawan China dan Jepang

Simon juga turut membawa Ajax menjuarai tiga gelar liga dan satu Piala KNVB. Di kancah Eropa, ia juga membawa Ajax menembus semifinal Piala Eropa (kini Liga Champions) musim 1979/1980.

Tahun 1980, Simon hijrah ke Belgia dan membela Standard Liege. Di klub tersebut, ia tampil gemilang dengan 40 gol dari 129 laga dan meraih dua gelar Liga Belgia.

Ia juga dinobatkan sebagai Man of the Season dan menerima penghargaan Fair Play. Kariernya kemudian berlanjut ke Feyenoord dan sejumlah klub Belgia sebelum pensiun pada 1996.

Baca Juga: Comeback Lilipaly di Era Kluivert! 3 Fakta Menarik Sang Motor Serangan Garuda Usai Absen Panjang dari Timnas

Pengabdiannya di Dunia Kepelatihan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X